Tim Yuri kemudian merumuskan pesan harapan itu menjadi lima kriteria penilaian sayembara. Kelima kriteria itu adalah;
Harus memenuhi ketentuan apa yang dinamakan nasional. Menggambarkan dinamika dan berisi kepribadian Indonesia, serta mencerminkan cita-cita bangsa.
Melambangkan dan menggambarkan api yang berkobar di dalam dada bangsa Indonesia.
Menggambarkan hal yang sebenarnya bergerak, meski tersusun dari benda mati.
Dan, tugu harus dibangun dari benda-benda yang tidak cepat berubah, dan tahan berabad-abad lamanya.
Namun, dua kali sayembara digelar itu tidak ada rancangan yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan panitia. ***(KKT)