Selain itu, ruang promosi untuk produk dalam negeri juga akan disediakan agar semakin banyak produk Indonesia yang dikenal di kancah global,” tambah Budi Santoso.
Pada kesempatan tersebut, Mendag juga didampingi oleh Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Rifan Ardianto, yang turut menjelaskan lebih lanjut tentang program-program Kementerian Perdagangan yang dapat mendukung digitalisasi UMKM.
Selain itu, mereka juga membahas cara-cara untuk memperluas akses bagi pelaku UMKM agar bisa masuk ke platform e-commerce secara lebih mudah.
Bukalapak, sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, memiliki peran penting dalam ekosistem digitalisasi.
CEO Victor Lesmana mengungkapkan bahwa Bukalapak berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai inisiatif digital.
“Kami percaya bahwa digitalisasi adalah jalan utama untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Melalui platform kami, UMKM bisa memperluas pasar dan mengoptimalkan potensi mereka,” ujarnya.
Bukalapak juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, terutama dalam hal kurasi produk, pelatihan, dan promosi produk-produk lokal Indonesia.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang semakin luas, kesempatan untuk memajukan produk lokal Indonesia di pasar digital pun semakin terbuka lebar.
Kedepannya, Kementerian Perdagangan dan Bukalapak akan terus menjalin kerjasama yang erat untuk mendukung transformasi digital UMKM di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga berencana untuk memperluas program ini agar lebih banyak UMKM yang mendapatkan akses dan fasilitas untuk berkembang, serta mempromosikan produk lokal Indonesia di pasar global.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bukalapak, diharapkan Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi digital yang maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia.
Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat perekonomian digital Indonesia secara keseluruhan.***