Berdasarkan The American Heart Association (AHA), merekomendasikan agar wanita mengonsumsi tidak lebih dari enam sendok teh gula tambahan per hari, atau setara dengan 25 gram atau 100 kalori.
Akan tetapi, disarankan pria sembilan sendok teh gula tambahan, yakni setara dengan 36 gram atau 150 kalori.
2. Kurma mendukung kesehatan pencernaan
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam British Journal Of Nutrition, mengamati secara khusus dampak konsumsi kurma pada usus.
Baca Juga: Buka Puasa dengan yang Manis Resep Puding Roti Tawar Semangka, Cocok Dijadikan Menu Takjil
Pria sehat secara acak diminta untuk makan tujuh kurma per hari atau kontrol tambahan dari campur karbohidrat, gula selama 21 hari setelah periode pencucian 14 hari kelompok tersebut beralih.
Selain itu para penelitian menemukan bahwa saat makan kurma, subjek penelitian mengalami frekuensi buang air besar mereka dan penurunan tingkat bahan kimia tinja yang diketahui dapat merusak sel dan memicu mutasi yang dapat menyebabkan kanker.
3. Kurma melindungi kesehatan jantung dan regulasi gula darah
Dalam sebuah penelitian, relawan makan sekitar tiga setengah ons sehari dari dua jenis kurma yang berbeda, pada akhir bulan peneliti menemukan bahwa penambahan kurma secara signifikan mempengaruhi indeks massa tubuh, kolestrol total, LDL atau HDL subjek penelitian.
Selain itu, glukosa darah puasa dan kadar lemak darah tidak meningkat setelah mengonsumsi salah satu jenis kurma dan faktanya lemak darah menurun, seperti halnya pengukuran stres oksidatif.
4. Kurma mungkin menawarkan perlindungan otak
Baca Juga: Serba-Serbi Bulan Ramadhan 5 Negara dengan Durasi Puasa Terlama, Indonesia Termasuk Tidak?
Senyawa pelindung dalam kurma juga diduga membantu menjaga otak.
Menurut Jurnal Neutral Regeneration Research menyatakan bahwa kurma memiliki potensi terapeutik yang menjadikan melawan penyakit Alzheimer, karena kemampuannya untuk memerangi peradangan dan stres oksidatif di otak.
5. Tanggal dapat membantu meringankan persalinan alami