Jembatan Akar yang lagi hit di Yogyakarta, ternyata bukan destinasi wisata buatan, lho

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 18 Agustus 2023 | 09:35 WIB
Jembatan Akar di Padukuhan Kurahan 4, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.  (Syamsi Achdali)
Jembatan Akar di Padukuhan Kurahan 4, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Syamsi Achdali)

WartaPesona.com - Selama sebulan ini Jembatan Akar di sebuah desa di Kabupaten Sleman Yogyakarta menarik perhatian netizen.

Jembatan Akar yang berada di Padukuhan Kurahan 4, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini menarik netizen karena unik.

Jembatan Akar itu melintang di atas sebuah sungai kecil di Padukuhan Kurahan 4, dengan deretan pohon besar yang berusia seratusan tahun lebih.

Baca Juga: Ini lho pentingnya sarapan bagi anak dan orang dewasa, sumber energi otak dan mengatur berat badan

Pada awalnya, Jembatan Akar ini hanya menjadi tempat menyenangkan bagi para pegowes (sebutan bagi penggemar olahraga sepeda).

Tempat tersebut menyenangkan bagi para pegowes karena suasananya yang sejuk, dengan hamparan sawah hijau yang membentang luas.

Dengan suasana sejuk itu Jembatan Akar yang unik menjadi tempat cocok bagi para pegowes untuk beristirahat sembari menangguk udara bersih.

Namun sejak salah satu pegowes mengunggah foto penampakan Jembatan Akar itu di media sosial, netizen berduyun-duyun ingin melihatnya.

Wardi, salah satu warga setempat mengatakan puluhan warga dari berbagai daerah sering datang berombongan hanya untuk melihat Jembatan Akar.

Baca Juga: Lagu Rungkad mendadak viral lagi usai dinyanyikan Putri Ariani di HUT RI 2023

Mereka berfoto selfie di atas Jembatan Akar, yang bagi warga setempat bukan sesuatu yang luar biasa.

Menurut Wardi, Jembatan Akar itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Keberadaannya menjadi jalan penghubung antardusun saat belum ada jembatan modern seperti sekarang.

Dia menjelaskan, Jembatan Akar itu terbentuk alamiah dari akar Pohon Preh yang tumbuh di sepanjang sungai kecil yang disebut Kali Jetis.

Dari cerita nenek moyang, Wardi mengisahkan bahwa sebelum ada jembatan akar itu ada sepasang rel kereta tebu zaman Belanda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X