Dibuka Maret 2023, Kawasan Tua Addoho di Riyadh Arab Saudi menawarkan wisata sejarah peradaban gurun abad 18

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Jumat, 28 Juli 2023 | 21:30 WIB
Kawasan tua Addoho di Kota Riyadh Arab Saudi. ( Saudi Tourism Authority)
Kawasan tua Addoho di Kota Riyadh Arab Saudi. ( Saudi Tourism Authority)

WartaPesona.com - Riyadh, ibu kota Arab Saudi yang modern masih melestarikan sebuah kawasan kuno bersejarah yang disebut Addoho.

Addoho di Kota Riyadh Arab Saudi tersebut merupakan sebuah kawasan sejarah tertua yang ada sejak abad 18 Masehi.

Terletak di jantung kota Riyadh Arab Saudi, Addoho menjadi satu-satunya kawasan bersejarah yang melestarikan arsitektur tradisional Najdi.

Arsitektur bangunan Najdi dengan ciri khas bahan berupa kayu, batu, dan lumpur, itulah daya tarik utama kawasan tua bernama Addoho.

Najdi adalah istilah yang merujuk pada sebuah wilayah tua di bagian tengah Semenanjung Arab, dengan ketinggian 762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Upacara Adat Nguras Enceh Makam Raja-raja Mataram Imogiri di Yogyakarta

Kawasan tua Addoho ini mulai dibuka sebagai destinasi wisata baru sejak Maret 2023, setelah berbagai upaya restorasi selesai dilakukan.

Dikutip dari laman resmi Saudi Tourism Authority (STA), Addoho merupakan sebuah kawasan sejarah yang menunjukkan peradaban gurun masa lalu, dengan bangunan rumah-rumah tembok dan pohon-pohon palem.

Ciri khas dari arsitektur Najdi di Addoho adalah bentuk bangunan rumah dari pondasi batu, dengan dinding yang terbuat dari lumpur.

Beberapa dinding lingkungan berbentuk bulat, karena lokasinya yang berada di persimpangan jalan pejalan kaki.

Sementara itu di sejumlah rumah-rumah Najdi tua, dihiasi prasasti dan dekorasi unik. Tepian pintu ditutupi plester dari lumpur, dan berhiaskan segitiga lubang dan beragam bentuk geometris lainnya.

Baca Juga: Sandiaga Uno masuk 5 besar Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, PPP makin optimis

Hal menarik lainnya dari kawasan tua Addoho di Riyadh Arab Saudi ini adalah keberadaan menara-menara angin yang berfungsi sebagai pendingin alami.

Sejak dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata sejarah, kawasan Addoho yang tak jauh dari Wadi Hanifah ini dilengkapi dengan sejumlah kafe, toko, dan restoran tradisional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X