Burung Maleo: Keajaiban di Tanah Sulawesi

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Selasa, 25 Juli 2023 | 11:26 WIB
Ciri khas burung Maleo terletak pada kepala mereka yang memiliki "topeng" kulit berkeratin berwarna kuning di sekitar mata. Paruh mereka yang kuat, berwarna hitam dan sedikit melengkung, memungkinkan mereka untuk menggali dan mencari makanan. Kaki mereka berwarna abu-abu dengan cakar yang kuat. (images.app.goo.gl)
Ciri khas burung Maleo terletak pada kepala mereka yang memiliki "topeng" kulit berkeratin berwarna kuning di sekitar mata. Paruh mereka yang kuat, berwarna hitam dan sedikit melengkung, memungkinkan mereka untuk menggali dan mencari makanan. Kaki mereka berwarna abu-abu dengan cakar yang kuat. (images.app.goo.gl)

WartaPesona.com- Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan spesies unik yang hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di pulau Sulawesi.

Dikenal dengan penampilannya yang menarik dan perilaku berkembangbiak yang unik, burung Maleo telah menjadi simbol keanekaragaman hayati Indonesia.


Burung Maleo memiliki tubuh yang agak besar, dengan panjang sekitar 55-65 cm dan berat mencapai 2 kg.

Baca Juga: Olahraga Menembak, butuh konsentrasi, pengendalian pikiran, dan emosi

Penampilannya yang mencolok terdiri dari bulu coklat gelap dan bulu berwarna oranye terang pada bagian dada dan kepala. Mereka juga memiliki paruh yang kuat dan kaki yang kokoh, cocok untuk hidup di lingkungan hutan.


Akan tetapi, yang membuat burung Maleo sangat istimewa adalah kebiasaan berkembangbiaknya.

Mereka adalah satu-satunya burung di dunia yang menggunakan panas geotermal untuk menetaskan telurnya.

Baca Juga: Destinasi wisata mengagumkan di Kota Rio de Janeiro Brazil, tidak hanya pantai dan gunung

Betapa menariknya, burung betina akan membuat sarang di daerah pasir yang terkena panas geotermal, seperti di dekat gunung berapi yang sudah tidak aktif.

Betina akan menggali lubang dalam pasir, meletakkan telurnya, dan kemudian meninggalkannya. Pasir yang panas secara alami akan menetaskan telur-telur tersebut.


Setelah menetas, anak burung Maleo harus segera mandiri karena induk burung tidak memberikan perawatan lanjutan. Anak burung tersebut akan keluar dari pasir dan mencari makan sendiri.

Baca Juga: Keripik singkong, camilan sederhana yang tak pernah membosankan

Kehadiran burung Maleo memberikan bukti yang menarik tentang evolusi dan adaptasi hewan dalam mencari cara yang unik untuk bertahan hidup.


Namun, burung Maleo saat ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. Hilangnya habitat hutan akibat deforestasi dan perburuan liar menjadi ancaman utama.

Selain itu, pengambilan telur oleh manusia juga berkontribusi pada penurunan populasi burung Maleo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Sumber: id.wikipedia.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X