Hari Pariwisata Dunia: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan Kementerian Pariwisata RI

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 16 September 2025 | 23:51 WIB
Mai Hang Food Festival 2024, sumber: rri.co.id
Mai Hang Food Festival 2024, sumber: rri.co.id

WartaPesona.com - Hari Pariwisata Dunia diperingati setiap tanggal 27 September. Hari Pariwisata Dunia diadakan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat internasional betapa pentingnya pariwisata dan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Hari Pariwisata Dunia pertama kali dirayakan pada 1980 untuk memperingati hari adopsi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Statutes di 27 September 1970.

Hari Pariwisata Dunia 2025 mengambil tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation). Tema ini diambil sebagai pengingat pariwisata bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan tetapi juga wadah untuk pembangunan yang adil, pelestarian budaya dan warisan, perlindungan flora dan fauna, integritas lingkungan dan ketahanan masyarakat.

Pariwisata mempunyai potensi sebagai agen perubahan positif. Pariwisata bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga katalis kemajuan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan penciptaan peluang baru.

Baca Juga: Weekend at Parapuar ke 6 : Merayakan Flores Lewat Seni, UMKM, dan Panorama Senja

Tema Hari Pariwisata Dunia juga tepat mengingat geliat sektor pariwisata pascapandemi. Secara global, jumlah wisatawan internasional di tahun 2024 mencapai 1,4 miliar. Jumlah ini meningkat 115% dari 2023. Wilayah Asia Pasifik bahkan mendapatkan momentum, mencapai pertumbuhan 87 persen dibanding jumlah wisatawan sebelum masa pandemi.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari-Juni 2025 sebesar 7,05 juta, tumbuh positif 9,44 persen (year-on-year). Kunjungan wisatawan mancanegara ini didominasi oleh negara-negara ASEAN, disusul Asia selain ASEAN, dan Eropa.

Perjalanan wisatawan nusantara juga melonjak secara signifikan dengan total 105,12 juta perjalanan, naik 25,93 persen (year-on-year).

 Baca Juga: Mendaki Puncak Impian: Panduan Lengkap Traveling Naik Gunung

Dalam memperingati hari Pariwisata Dunia beberapa kegiatan telah disiapkan diantaranya oleh Politeknik Pariwisata dan Badan Otorita yang berada di naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Contohnya Politeknik Pariwisata Makassar. Sejalan dengan program prioritas Kemenpar, Poltekpar Makassar mengadakan Gerakan Wisata Bersih yang akan diikuti oleh civitas akademika dan melibatkan stakeholder bidang pariwisata.

Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar seremoni simbolik namun merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata di seluruh Indonesia. Kebersihan adalah salah satu aspek esensial yang memengaruhi keamanan, kenyamanan wisatawan, reputasi destinasi, serta daya saing pariwisata nasional di tingkat global.

Laporan pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) menyoroti tantangan Indonesia pada aspek health and hygiene, Indonesia mencatat skor 3,78. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,53.

Baca Juga: 3 Poin Target Menkeu Purbaya untuk Jalankan Roda Ekonomi RI: PDB Tumbuh, Pajak Moncer

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X