WartaPesona.com - Desa Besakih, yang terletak di Rendang, Karangasem, Bali, kini menjadi pusat perhatian berkat inisiatif Gerakan Wisata Bersih.
Baca Juga: Urban Pulse 2024: Sinergi Seni dan Ekonomi Kreatif Indonesia-Singapura
Program ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, menjadikannya sebagai proyek percontohan wisata berkelanjutan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi langkah ini dalam acara Road to Gerakan Wisata Bersih Edukasi Pengelolaan Sampah di Kantor Desa Besakih, Kamis (21/11/2024).
“Kami berharap Desa Besakih bisa menjadi inspirasi nasional dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi semua pihak untuk menjaga keindahan alam Bali sekaligus mendorong ekonomi hijau,” ungkap Ni Luh Puspa.
Baca Juga: Timnas Futsal Putri Indonesia Raih Posisi Ketiga di ASEAN Championship 2024
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenparekraf, GoTo Impact Foundation melalui Konsorsium Sukla Project (Bali Waste Cycle, Rebricks, dan Wastehub), serta Dinas Provinsi Bali, Pemerintah Desa Besakih, dan Desa Menanga.
Fokus utamanya adalah pengelolaan sampah terpadu di destinasi wisata. Langkah konkret yang diambil meliputi:
- Pembentukan Satgas Gerakan Wisata Bersih.
- Pemberdayaan masyarakat desa wisata untuk menjaga kebersihan lingkungan.
- Edukasi intensif tentang pengelolaan sampah di destinasi wisata.
Baca Juga: FIFA Club Management Workshop: Langkah Erick Thohir Dorong Klub Indonesia ke Panggung Dunia
“Gerakan ini tak hanya menjaga lingkungan tetapi juga mendorong implementasi ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai ekonomi dari limbah,” ujar Wamenpar.
Ni Luh Puspa menambahkan, Desa Besakih bisa menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia. Ia berharap gerakan ini diperluas dan diamplifikasikan secara masif.
“Kami ingin melihat lebih banyak destinasi wisata di Indonesia yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan,” katanya.
Baca Juga: Misi Global Pencak Silat: Langkah Menpora Dito Membawa Warisan Budaya ke Olimpiade
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Astri Arini Waluyo (Head of Strategic Partnership GoTo Impact Foundation), I Made Teja (Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali), serta I Wayan Benya (Kepala Desa Besakih).
Mendampingi Wamenpar adalah Hariyanto (Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf), Florida Pardosi (Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf), serta I Gusti Ayu Dewi Hendriyani (Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf).
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah