Khanduri Maulid Raya: Perpaduan Budaya dan Ekraf Aceh, Menguatkan Silaturahmi dan Ekonomi Kreatif

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Sabtu, 16 November 2024 | 21:22 WIB
MenEkraf Teuku Riefky Harsya menghadiri Khanduri Maulid Raya di Banda Aceh. (Kemenparekraf)
MenEkraf Teuku Riefky Harsya menghadiri Khanduri Maulid Raya di Banda Aceh. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya memuji gelaran Khanduri Maulid Raya di Banda Aceh, yang dinilainya berhasil menampilkan kekayaan seni budaya sekaligus menggerakkan subsektor ekonomi kreatif daerah.

Acara yang digelar di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada Jumat (15/11/2024) ini menyajikan rangkaian kegiatan budaya dan kuliner khas Aceh.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Siap Mundur Jika Tak Ada Kepercayaan, Usai Timnas Kalah dari Jepang.

Perayaan Budaya yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menyoroti beragam suguhan kuliner Aceh yang bervariasi, termasuk Dalong, hidangan khas berisi kopi, pulot (ketan), dan aneka makanan tradisional lainnya.

"Kegiatan ini mencerminkan potensi besar subsektor ekonomi kreatif yang berbasis seni budaya lokal," ujar MenEkraf Riefky.

Acara Khanduri Maulid Raya juga menjadi bagian dari Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah.

Baca Juga: Peragaan Busana Puspa Senandika: Mengangkat Wastra Indonesia ke Panggung Dunia, WamenEkraf Irene Umar Apresiasi Inovasi Fesyen

Teuku Riefky menambahkan, subsektor kuliner dan seni pertunjukan merupakan dua dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar, khususnya di Aceh.

"Nama Aceh sudah dikenal dunia sejak zaman nenek moyang kita. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat serta memperkuat ukhuwah dan kesejahteraan bersama," ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Takluk 0-4 dari Jepang, Erick Thohir Minta Maaf dan Janji Akan Evaluasi

Menteri Riefky juga berharap acara ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di kalangan masyarakat Aceh.

Ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup.

"Rasulullah adalah pemimpin yang adil, bijaksana, dan penuh cinta kasih. Kita bisa mencontoh nilai-nilai ini untuk membentuk masyarakat yang damai dan sejahtera," ujar Riefky.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X