WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf), Teuku Riefky Harsya, menggarisbawahi pentingnya fesyen berkelanjutan (sustainable fashion) sebagai langkah strategis untuk mengatasi limbah industri fesyen yang terus meningkat.
Dalam kunjungan kerja perdananya di Aceh Besar, Jumat (15/11), ia menghadiri acara "Green Creative" di Gedung Dekranasda Aceh Besar.
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Siap Mundur Jika Tak Ada Kepercayaan, Usai Timnas Kalah dari Jepang.
"Fesyen adalah salah satu subsektor terbesar dalam ekonomi kreatif, namun limbah yang dihasilkan juga sangat tinggi. Upcycle produk fesyen adalah solusi yang perlu diterapkan demi keberlanjutan," jelas Menteri Riefky.
Menurut data, subsektor fesyen berkontribusi hingga 55% pada PDB ekonomi kreatif Indonesia. Namun, dari 33 juta ton tekstil yang diproduksi, sekitar 1 juta ton menjadi limbah.
Untuk itu, MenEkraf mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan konsumsi yang bertanggung jawab sebagai tren baru di ekonomi kreatif.
Baca Juga: Indonesia Takluk 0-4 dari Jepang, Erick Thohir Minta Maaf dan Janji Akan Evaluasi
"Green Creative" Dorong Upcycle Fashion
Acara "Green Creative" ini merupakan program pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif tentang pemanfaatan bahan limbah, terutama dari industri fesyen, menjadi produk kreatif zero waste.
Menurut Menteri Riefky, inovasi dalam upcycle fashion tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.
"Inovasi adalah kunci untuk menciptakan produk fesyen yang menarik dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini dapat menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru," ujar Riefky.
Baca Juga: Indonesia Siap Tuan Rumah Kejuaraan Panahan Dunia 2026, Menpora Dito Dukung Penuh Rencana PB Perpani
Dukungan Daerah dan Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif
Menteri Teuku juga mengimbau pemerintah daerah untuk membentuk dinas khusus ekonomi kreatif guna mendukung pertumbuhan sektor ini.
Artikel Terkait
Mengasah SDM Unggul, Kunci Keberhasilan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045
Ekonomi Kreatif Sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi: Strategi Baru dari KemenEkraf
Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, KemenEkraf-Bappenas Perkuat Kolaborasi untuk Pencapaian Target Nasional
Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru: Menekraf Ajak Sinergi Pusat dan Daerah
Kolaborasi Ekonomi Kreatif dan Pemerintah: Sinergi Baru Menuju Indonesia Emas 2045