WartaPesona.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menyebut program Beti Dewi tidak sekadar mempromosikan destinasi wisata. Namun, juga mendorong produk ekonomi kreatif dan kolaborasi dengan SDM pengelola desa wisata.
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan hal tersebut secara daring, saat memberikan sambutan Pelatihan Beti Dewi yang diikuti oleh sejumlah pengelola desa wisata di kawasan Puncak Waringin Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, program Beti Dewi bertujuan memperkuat produk wisata dan ekonomi kreatif, khususnya membantu pengelola desa wisata dalam membuat paket-paket wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan.
Baca Juga: Pelatihan Paket Wisata di Kabupaten Toba: Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Potensi Lokal
"Kemudian, di-onboarding-kan ke beberapa platform digital dan Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka, Tiket.com, Mister Aladin, Atourin, dan Djalanin.com," ujar Sandiaga Uno.
Beti Dewi merupakan akronim dari Beli Kreatif Desa Wisata, yang merupakan kelanjutan dari program Anugerah Desa Wisata (ADWI).
Melalui program Beti Dewi itu seluruh desa wisata terbaik di Tanah Air yang sudah siap menerima tamu atau wisatawan, diberikan pelatihan promosi dan pembuatan paket wisata hingga bisa onboarding ke beberapa platform digital dan Online Travel Agent.
Baca Juga: Sandiaga Uno : Bimtek "Beti Dewi" Menuju Kejayaan Desa Wisata di Sulut
Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono, mengatakan melalui program Beti Dewi itu harapannya desa wisata bisa menerima banyak kunjungan wisatawan.
“Dengan demikian, pendapatannya akan meningkat dan membantu pertumbuhan ekonomi di desa wisata,” katanya.
Dwi Marhen Yono mengklaim, bahwa dalam dua tahun ini Kemenparekraf telah mendampingi 369 desa wisata hingga bisa on boarding. Kemudian, dari desa wisata sebanyak itu ada 712 paket wisata yang sudah onboarding, dan terjual melalui OTA mitra Kemenparekraf.
Pelatihan Beti Dewi di Puncak Waringin Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, digelar dua hari pada 18-19 Juli 2024, lalu. Sebanyak 10 desa wisata di sekitar Labuan Bajo mengikuti acara yang digelar oleh Direktorat Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tersebut.
Adapun 10 desa wisata itu adalah Desa Wisata Liang Ndara, Wae Lolos, Golo Bilas, Tondong Belang, Batu Cermin, Papagarang, Komodo, Loha, Coal dan Siru.
Artikel Terkait
Bersiaplah Liburan ke Desa Wisata! Kemenparekraf Promosikan BETI DEWI di ASTINDO Travel Fair 2023
BETI DEWI Naik Kelas: Program Unggulan Kemenparekraf RI untuk Pengembangan Desa Wisata Terbaik di Indonesia
Sandiaga Uno : Bimtek "Beti Dewi" Menuju Kejayaan Desa Wisata di Sulut
Sandiaga Uno Resmikan Hari Ekonomi Kreatif Nasional: Memperingati Prestasi Sektor Ekraf Indonesia
Sandiaga Uno optimis kinerja pariwisata ekonomi kreatif di 2024 meningkat, alasannya begini
Potensi Ekonomi Kreatif: Menjembatani Peluang dan Tantangan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyiapkan paviliun Indonesia untuk Expo "World Water Forum 2024".
World Digital Economy & Technology Summit, Dalam Rangka Akselerasi Transformasi Digital di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Indonesia dan India Eksplorasi Investasi Ekonomi Digital di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menparekraf Mendorong Tabanan untuk Menguatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Uji Petik PMK3I