Festival Pacu Jalur Riau: Kesenian Tradisional dan Maknanya

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 8 September 2023 | 06:00 WIB
Festival Pacu Jalur Riau: Kesenian Tradisional dan Maknanya (Sumber Foto : Tangkapan Layar Youtube : Pacu Jalur
Festival Pacu Jalur Riau: Kesenian Tradisional dan Maknanya (Sumber Foto : Tangkapan Layar Youtube : Pacu Jalur


WartaPesona.comFestival Pacu Jalur merupakan salah satu dari 110 acara yang hadir dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2023.

Berlangsung selama empat hari, Festival Pacu Jalur sukses menarik perhatian masyarakat Indonesia, terutama berkat penampilan penari cilik yang mengasyikkan di atas perahu.

Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Perlombaan ini melibatkan perahu kayu gelondongan, yang dikenal sebagai "jalur" oleh masyarakat Riau, dan lomba ini menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata yang diselenggarakan oleh masyarakat Kuansing.

Baca Juga: Daftar event wisata dan budaya di Jawa Tengah bulan September 2023, dari musik kontemporer, hingga olahraga

Tahun ini, Festival Pacu Jalur berhasil digelar pada 23-27 Agustus 2023, mengundang partisipasi dari 193 jalur yang berasal dari Kabupaten Kuansing serta berbagai kabupaten lainnya di Riau.

Acara ini menggabungkan unsur olahraga dan seni yang indah, menjadikannya salah satu festival budaya terbaik di Indonesia yang sukses menarik perhatian para wisatawan, seperti dikutip dari laman Kemenparekraf.

Dalam data Provinsi Riau, Festival Pacu Jalur berhasil menarik kunjungan dari sekitar 1,3 juta orang.

Pacu Jalur sendiri adalah tradisi budaya turun-temurun yang telah diwariskan lebih dari 100 tahun oleh nenek moyang masyarakat Kuansing.

Baca Juga: Stupa Restaurant: Merasakan Kelezatan di Tengah Keindahan Candi Borobudur

Pada awalnya, jalur digunakan sebagai alat transportasi bagi masyarakat yang tinggal sepanjang aliran Sungai Kuantan pada abad ke-17.

Seiring berjalannya waktu, jalur-jalur tersebut mengalami perkembangan yang signifikan. Mereka tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga objek seni yang dihias dengan ukiran indah dan khas.

Jalur dilengkapi dengan berbagai atribut seperti payu, selendang, tiang tengah (gulang-gulang), serta lambai-lambai (tempat khusus bagi juru mudi berdiri).

Perkembangan ini akhirnya membawa lahirnya kompetisi cepat antar jalur, yang kini dikenal sebagai Festival Pacu Jalur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X