Gudeg Yogyakarta: Nikmatnya Nangka Manis dalam Filosofi Masakan Jawa

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Senin, 4 September 2023 | 11:26 WIB
Kelezatan Gudeg Yogyakarta (kemenparekraf.go.id)
Kelezatan Gudeg Yogyakarta (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Yogyakarta, sering disebut sebagai kota gudeg, menyajikan kepada dunia kuliner sebuah keajaiban masakan yang tak hanya lezat, tetapi juga memiliki makna filosofis mendalam.

Gudeg, hidangan khas Yogyakarta ini, memiliki bahan utama berupa nangka muda atau yang dikenal sebagai gori.

Proses memasaknya adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan ketenangan, kesabaran, dan ketelitian, mencerminkan filosofi Jawa yang dalam.

Baca Juga: MRT Jakarta: Pendukung Utama Kesuksesan KTT ASEAN 2023

Dalam proses memasak, potongan nangka muda direbus bersama gula merah dan santan dengan api kecil selama berjam-jam.

Penggunaan periuk tanah liat di atas tungku menjadi rahasia kelezatan gudeg yang sejati.

Rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati menambahkan aroma dan rasa yang khas pada hidangan ini. Bahkan, daun jati digunakan untuk memberikan warna merah kecoklatan pada gudeg.

Baca Juga: Sandiaga Uno : Belitung Destinasi Post Event yang Menggoda Setelah KTT ASEAN ke-43

Gudeg Yogyakarta biasanya memiliki cita rasa manis, sehingga sering disebut sebagai "nangka rebus yang manis." Hidangan ini berbeda dengan makanan siap saji Barat yang cepat saji.

Proses memasak gudeg adalah cerminan dari filosofi Jawa yang menekankan kesabaran, ketelitian, dan ketenangan.

Gudeg biasanya disajikan dengan nasi dan makanan pendamping lainnya, seperti sambal goreng krecek, opor ayam, telur pindang, dan tempe tahu bacem.

Baca Juga: Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta sejak Januari-Juli 2023 terus meningkat

Ada dua jenis gudeg yang populer di Yogyakarta: gudeg basah dengan kuah santan, dan gudeg kering tanpa kuah yang terasa lebih manis.

Gudeg kering membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pembuatannya karena harus dikeringkan, tetapi bisa tahan lebih lama.

Tidak hanya Yogyakarta, Solo juga memiliki varian gudeg yang berbeda. Gudeg Solo lebih berkuah dan berwarna putih karena tidak mengandung daun jati yang memberikan warna khas pada gudeg Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X