WartaPesona.com – Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara memunculkan diskusi hangat soal arah penggunaannya.
Dana jumbo yang akan “parkir” selama enam bulan tersebut diharapkan memperkuat likuiditas perbankan dan membuka ruang lebih luas bagi penyaluran kredit.
Purbaya menjelaskan, bank pelat merah diberi keleluasaan penuh untuk menyalurkan dana ini. Salah satu prioritas pemerintah adalah mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang ditujukan untuk memperkuat ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Revolusi Berkendara: Tangkas Motor Listrik Buka Cabang di Tegal
Namun, di sisi lain, desakan muncul dari kalangan industri kendaraan listrik. Agung Pamungkas, Founder sekaligus CEO Tangkas Motor Listrik yang juga Dewan Penasihat Aismoli, menilai Himbara seharusnya bisa memanfaatkan momentum untuk mendorong kredit motor listrik.
“Pasar motor listrik sedang tumbuh, tapi bank belum menyalurkan kredit khusus di sektor ini. Padahal efek ekonominya akan sangat besar karena menyentuh langsung masyarakat luas,” ujar Agung yang akrab disapa Don Papank.
Menurutnya, pembiayaan motor listrik bukan hanya soal mendorong penjualan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga sejalan dengan agenda green energy pemerintah.
Motor listrik diyakini bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat mikro untuk menikmati pembiayaan hijau yang lebih inklusif.
Ia menambahkan, jika Rp200 triliun tersebut turut dialirkan ke pembiayaan kendaraan listrik, maka dampaknya bisa menjadi stimulus ganda—menggerakkan industri otomotif ramah lingkungan sekaligus menguatkan daya beli masyarakat.
“Kalau pemerintah dan Himbara mau duduk bersama dengan produsen motor listrik, manfaatnya akan terasa lebih luas. Kami menyambut baik jika ada arahan resmi agar dana ini juga menyentuh sektor kendaraan listrik,” tuturnya.
Kini, bola ada di tangan Himbara: apakah dana jumbo tersebut akan difokuskan pada program pemerintah seperti Kopdes Merah Putih, atau diperluas untuk mendukung sektor yang tengah tumbuh, seperti motor listrik. ***
Artikel Terkait
Iluni FKUI Gelar KedokteRun 2025: Lari Amal, Bakti Sosial, dan Solidaritas untuk Cianjur
Fakta Terkini Kasus Eko Purnomo hingga Bima Permana yang Sempat Dilaporkan Hilang usai Demo Agustus 2025
Kuningan Adiluhung 2025: Titik Temu Inovasi Daerah, Lingkungan, dan Investasi Hijau
3 Poin Menaker Yassierli Bicara soal Lapangan Kerja, dari Target 19 Juta hingga Larangan Diskriminasi Rekrutmen