Menkeu Purbaya Bocorkan Solusi untuk Fresh Graduate: Tenang, 100 Ribu Magang Berbayar Siap Dibuka!

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:32 WIB
 Potret Menkeu Purbaya saat konferensi pers di Jakarta membahas program magang berbayar dan strategi pemerintah mengatasi pengangguran muda - WartaPesona.com (Instagram/menkeuri)
Potret Menkeu Purbaya saat konferensi pers di Jakarta membahas program magang berbayar dan strategi pemerintah mengatasi pengangguran muda - WartaPesona.com (Instagram/menkeuri)

WartaPesona.com - Laporan Bank Dunia baru-baru ini menyebut Indonesia tengah dibanjiri pekerja informal, memicu kekhawatiran soal masa depan tenaga kerja muda.

Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah nyata untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya lewat program magang berbayar yang akan membuka kesempatan bagi 100 ribu peserta.

“Jadi nggak usah takut teman-teman yang cari kerja, yang S1, yang baru lulus. Kuotanya nanti bertahap, mulai dari 20 ribu dulu,” ujar Purbaya di Kantor LPS Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung di dunia kerja, tapi juga membantu perusahaan menemukan talenta muda yang siap beradaptasi.

Baca Juga: Menteri Pariwisata Widiyanti Ungkap Cara Indonesia Bisa Jadi Destinasi Halal No.1 Global

“Perusahaan pasti tertarik, karena ini bisa melatih tenaga baru dan mereka juga dapat exposure lapangan,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan bahwa pendanaan program akan dilakukan secara bertahap agar efektif dan tidak mubazir.

Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda mendapat kesempatan belajar dan berkembang.

Baca Juga: Panduan Daftar SIAPKerja Magang Nasional 2025: Syarat, Jadwal, dan Manfaatnya

Lebih jauh, Purbaya menyinggung akar masalah meningkatnya pekerjaan informal di Indonesia yang menurutnya disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat. Kalau ekonomi tumbuh cepat, pekerjaan informal akan berkurang dan beralih ke sektor formal,” jelasnya.

Sebelumnya, laporan World Bank East Asia and The Pacific Economic Update Oktober 2025 mencatat bahwa satu dari tujuh pemuda di Indonesia dan Tiongkok masih menganggur.

Baca Juga: Magang Bergaji Nasional Diperluas, Mampukah Program Ini Kurangi Pengangguran Muda?

Laporan itu juga menyoroti masih tingginya proporsi pekerja di sektor informal di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X