Lalu, 10 orang per semester, Program Studi Spesialis Neurologi di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta.
Selain itu, juga 8 orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo, Bandung.
Delapan orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di RSAB Harapan Kita, Jakarta.
Dan, enam orang per semester, Program Studi Spesialis Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais, Jakarta.
Drg Ariyanti mengatakan, program pendidikan dokter spesialis PPDS RSPPU ini terbuka untuk seluruh lulusan dokter umum, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, dengan mengutamakan putra-putri daerah.
"Para calon residen PPDS RSPPU yang lolos akan dapat banyak benefit, di antaranya tidak perlu membayar uang kuliah, mendapatkan status pegawai di RSPPU, dan mendapatkan Bantuan Biaya Hidup (BBH) sebesar Rp5-10 juta per bulan," katanya.
Sementara itu bagi mereka yang tertarik mengikuti program pendidikan dokter spesialis PPDS RSPPU ini bisa mendaftarkan diri melalui https://ppds.kemkes.go.id/. ***(KKO)
Artikel Terkait
Kontroversi Medical Tourism: Perbandingan Dokter Indonesia dan Singapura dalam Sorotan
Operasi bedah bisa dilakukan jarak jauh dengan teknologi robotik telesugeri, dokter tak harus di ruang pasien
Bangga Sekali! Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Raih 4 Rekor MURI dalam HUT ke-73
Milestone Baru: Unhan RI Melahirkan 75 Dokter Militer Pertama
Pendidikan Seksual sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Gender
Resmi Dibuka! Jadwal dan Syarat Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Terbuka Berbagai Jenjang Pendidikan
Resmi Dibuka! Jadwal dan Syarat Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Terbuka Berbagai Jenjang Pendidikan
Platform Pendidikan Online: Meningkatkan Akses dan Kualitas Belajar
15 Kumpulan Ucapan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Penuh Makna dan Cocok Dibagikan di Media Sosial
Jatinangor: Kota Pendidikan yang Dinamis dan Penuh Prospek
Pengumuman Hasil SMMPTN Barat 2024: Membuka Pintu Pendidikan Tinggi
Berbagai kerja sama dibahas Prabowo-Putin, dari beasiswa pendidikan, pariwisata, hingga nuklir