Fenomena 'Quiet Quitting' : Dampak dan Solusi untuk Dunia Kerja

photo author
Moh Abiem Putra Islami, Warta Pesona
- Kamis, 7 Maret 2024 | 11:21 WIB
Quiet Quitting di dunia kerja yang perlu kita ketahui dampaknya. (Illustrasi : Pexels.com)
Quiet Quitting di dunia kerja yang perlu kita ketahui dampaknya. (Illustrasi : Pexels.com)

 

WartaPesona.com - Fenomena 'Quiet Quitting' baru-baru ini menjadi topik hangat di dunia kerja. Istilah ini mengacu pada situasi di mana karyawan tidak lagi berambisi untuk melampaui ekspektasi pekerjaan, dan hanya melakukan tugas-tugas minimum yang diwajibkan.

Fenomena ini berbeda dengan pengunduran diri (resign) karena karyawan 'quiet quitting' tetap bekerja, namun tidak menunjukkan semangat atau motivasi untuk berkembang.

Penyebab Quiet Quitting:

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab fenomena quiet quitting, antara lain:

- Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance): Beban kerja berlebihan dan budaya kerja yang menuntut karyawan untuk selalu "on call" dapat menyebabkan burnout dan stres. Hal ini mendorong karyawan untuk menarik diri dari pekerjaan.

Baca Juga: 5 Keterampilan Paling Dicari di Dunia Kerja Masa Depan

- Kurangnya penghargaan dan pengakuan: Karyawan yang merasa tidak dihargai atas kontribusinya dan tidak memiliki kesempatan untuk berkembang cenderung kehilangan motivasi.

- Budaya kerja yang tidak mendukung: Budaya kerja yang toksik, seperti bullying, micromanagement, dan kurangnya komunikasi, dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman dan tidak dihargai.

- Perbedaan ekspektasi antara karyawan dan perusahaan: Generasi Z dan milenial memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap pekerjaan dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka lebih memprioritaskan work-life balance dan fleksibilitas kerja.

Baca Juga: Resilience di Pasar Global: Mengatasi Tantangan dan Krisis dalam Bisnis Internasional

Dampak Quiet Quitting:

Fenomena quiet quitting dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan, seperti:

- Penurunan produktivitas: Karyawan yang tidak termotivasi dan tidak engaged cenderung kurang produktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X