gaya-hidup

Pahami Lebih Lanjut Mengenai Demensia Frontotemporal dan Gejalanya, Penyakit yang Diidap Aktor Bruce Wilils

Jumat, 17 Februari 2023 | 22:19 WIB
Aktor Bruce Willis didiagnosis mengidap demensia (Foto : Instagram @ dobledebruce)

WartaPesona.com - Aktor Bruce Willis didiagnosis mengidap demensia, yang berkembang dari diagnosis sebelumnya yaitu afasia pada musim semi tahun lalu, demikian diumumkan keluarganya pada hari Kamis.

Lebih spesifik lagi, Willis mengidap demensia frontotemporal, yang dapat menyebabkan afasia dan kesulitan dalam berbicara dan menulis.

Dari pemain utama dalam film romantis komedi hingga menjadi bintang film aksi, Bruce Willis meninggalkan karir yang sangat sukses.

Baca Juga: Kepergian Rohadi Widodo Membawa Duka Mendalam di Karanganyar. Ketahui tentang Leukimia, Penyakit Penyebabnya

"Sayangnya, kesulitan dalam berkomunikasi adalah salah satu gejala dari penyakit yang dihadapi Bruce," kata keluarganya. "Meskipun hal ini menyakitkan, namun kami merasa lega karena akhirnya memiliki diagnosis yang jelas."

Keluarga Willis mengatakan tahun lalu bahwa aktor tersebut akan mundur dari karirnya selama beberapa dekade karena kerusakan kognitifnya, melansir dari NPR.org.

Ketahui tentang demensia frontotemporal

Demensia frontotemporal, juga dikenal sebagai FTD, adalah salah satu dari beberapa jenis demensia yang menyebabkan kerusakan saraf pada lobus frontal dan temporal, yang mengakibatkan hilangnya fungsi di daerah tersebut, menurut Alzheimer's Association.

Baca Juga: Tanggapi Childfree. Mahasiswi ITS : Bukan Keputusan Egois

Jenis demensia frontotemporal diketahui ada beberapa. Variasi perilaku demensia frontotemporal menyebabkan kerusakan saraf pada daerah otak yang mengontrol empati, penilaian, dan perilaku.

Afasia progresif primer merusak bagian-bagian otak yang mengontrol berbicara, menulis, dan pemahaman. Awal gejala biasanya terjadi sebelum usia 65 tahun, tetapi bisa terjadi lebih lambat.

FTD juga dapat mengganggu fungsi motorik dan gerakan, yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit Lou Gehrig, juga dikenal sebagai ALS.

Bagaimana FTD berbeda dengan Alzheimer?

Diagnosis FTD cenderung terjadi pada orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun, sedangkan Alzheimer terjadi pada usia yang lebih tua. Alzheimer juga lebih erat terkait dengan halusinasi, kehilangan memori, dan masalah dengan orientasi spasial, seperti tersesat.

Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan Pemerintah Indonesia Pada Tahap Pertama ke Turkiye Telah Berangkat, Simak Infonya

Halaman:

Tags

Terkini