WARTA PESONA - Dalam laporan terkini dari WHO bahwa peningkatan dan jenis beragam dari garis keturunan dari varian Omicron BA.5 sedang berkembang.
Di Indonesia sub varian Omicron (BA.4 dan BA.5) pada tanggal 6 Juni 2022 ditemukan pertama kalinya.
Diketahui bahwa periode 8 Juli sampai dengan 8 Agustus 2022 adanya kasus yang terkait dengan varian Omicon, setidaknya ada 99 persen dari urutan virus corona yang dilaporkan pada periode tersebut, hal ini diungkap oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Indonesia sendiri ditemukan kasus positif BA.4 dan 3 pasien positif varian BA.5 dari total pasien terpapar varian baru omicron per tanggal 15 Juni 2022.
Sebagaimana diberitakan oleh PIKIRAN RAKYAT dalam artikelnya : Mutasi Turunan Varian Omicron BA.5 Disorot WHO, Ada Apa?, di sisi lain, tingkat penyebaran varian BA.4, BA.2, BA.2.12.1 telah berkurang secara signifikan, sedangkan mutasi dari BA.5 mulai terlihat.
Badan kesehatan dunia itu telah melacak adanya peningkatan penyebaran dan perubahan karakteristik vital dari garis keturunan BA.5.
Di tengah penekanan Vaksin booster, dunia melaporkan lebih dari 6,9 juta kasus dalam satu minggu di awal bulan Agustus 2022.
WHO telah mengungkapkan untuk sementara ini Jepang menduduki puncak daftar negara dengan kasus tertinggi tercatat 1.496.968 pasien.
Negara lain yang mencatat jumlah kasus kematian tertinggi adalah Amerika Serikat dengan 759.806 jiwa diikuti oleh Republik Korea, Vietnam dan Turki.
Adapun sejumlah negara yang mencatat jumlah kematian tertinggi kurang dari satu bulan terakhir adalah