WartaPesona.com - Slow living berarti menjalani gaya hidup sadar yang bermanfaat, antitesis langsung dari kecepatan yang identik dengan kehidupan industri.
Seringkali hidup lambat atau slow living berarti melatih rasa syukur, perawatan diri, dan membuat pilihan yang berkelanjutan.
Slow living adalah tentang memperlambat segala sesuatu, dan membangun hubungan bermakna dengan dunia luar.
Baca Juga: Sejumlah obyek wisata di Jakarta diserbu pengunjung selama libur sekolah dan Idul Adha 2023
Namun, sering kali orang menilai lambat sebagai sesuatu yang negatif.
Menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford, definisi awal lambat dikaitkan dengan kelesuan mental dan fisik, dan kurangnya keaktifan.
Namun, seni hidup lambat adalah tentang menjalani hidup dengan tujuan dan menghargai kualitas daripada kuantitas.
Tujuannya untuk mengembangkan kesadaran diri tidak hanya untuk dirimu sendiri, tetapi juga untuk komunitas dan planet ini.
Menerapkan kebiasaan hidup lambat itu penting karena kebanyakan dari kita terburu-buru dalam menjalani hidup berdampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan.
Baca Juga: Jakarta masih punya situs sejarah lama dari kota tua zaman kolonial Belanda
Kebutuhan yang tak pernah terpuaskan, dan kecepatan, akan menurunkan kualitas hidup.
Informasi yang berlebihan dan ekspektasi yang tidak realistis adalah hal yang normal. Da, akibatnya menjadi stres, kelelahan, dan benar-benar kewalahan.
Stres dan tekanan yang terus menerus identik dengan kondisi modern.
Namun, apakah memang seperti ini seharusnya menjalani hidup?