4. Meredakan Gejala Asam Lambung
Mengonsumsi cuka apel secukupnya bisa menetralkan asam lambung, sehingga turut meredakan berbagai gejala heartburn, seperti nyeri pada ulu hati, rasa pahit pada mulut, dan sensasi panas pada tenggorokan.
Baca Juga: Duku: Buah Tropis yang Manis dan Segar
Namun, konsumsi cuka apel untuk asam lambung ini perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan iritasi pada saluran cerna.
Disarankan, untuk mengonsumsi cuka apel sebelum makan bersama suplemen lain, seperti probiotik, magnesium citrate, dan deglycyrrhizinated licorice.
5. Mengurangi Kadar Asam Urat
Cuka apel mengandung polifenol yang mampu menghambat kerja enzim xantin oksidase, yang berperan dalam pembentukan asam urat.
Baca Juga: Buah Sawo: Manisnya Nikmat dari Alam Tropis
6. Mengontrol Kadar Gula Darah
Cuka apel mampu meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi sumber energi di dalam tubuh. Selain itu, juga turut memperlambat proses pelepasan gula dari makanan di dalam tubuh.
7. Membantu Menurunkan Berat Badan
Cuka apel mampu membantu menurunkan berat badan dengan mengoptimalkan produksi enzim AMPK.
Enzim AMPK ini berperan dalam proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Namun, belum diketahui pasti seberapa tingkat efektivitas cuka apel dalam menurunkan berat badan.
Baca Juga: Popcorn: Camilan yang Menggugah Selera dan Menyenangkan
Karena itu, mengonsumsi cuka apel untuk menurunkan berat badan tetap harus diimbanngi dengan pola makan sehat, dan rutin berolahraga.
Sangat penting diperhatikan, bahwa cuka apel punya sifat asam yang kuat sehingga bisa melukai saluran cerna dan merusak gigi.
Karena itu, untuk mengonsumsinya harus dengan melarutkannya dalam air putih dengan perbandingan 1:10.
Baca Juga: Kerupuk Kemplang: Camilan Tradisional yang Gurih dan Renyah
Jangan pula mengonsumsi cuka apel lebih dari dua sendok sehari, karena bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan hingga hipoglikemia.*** (KKT)