WartaPesona.com - Penderita seringkali enggan minum obat hipertensi karena kekhawatiran terhadap efek samping kerusakan atau bahkan gagal ginjal.
Pandangan awam menyebut minum obat hipertensi atau obat penyakit lainnya dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan ginjal atau bahkan gagal ginjal.
Anggapan tentang dampak minum obat hipertensi yang dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan atau gagal ginjal juga sudah lama dipercaya sebagian orang.
Baca Juga: Malam Solidaritas Palestina Sandiaga Uno-BAZNAS RI kumpulkan infaq kemanusiaan Rp767 juta
Hipertensi memang membutuhkan kesabaran dari penderitanya karena keharusan meminum obat dalam jangka panjang.
Keharusan minum obat hipertensi dalam waktu lama secara berkala sesuai resep dokter, sebenarnya juga berlaku selamanya.
Hal tersebut karena penyakit hipertensi memang tidak bisa disembuhkan total. Kecuali, hanya dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat dan minum obat sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Polemik Paskibraka 2024 putri tak berhijab, DPR sayangkan tak ada petunjuk jelas di SK BPIP
Pun demikian pula dengan kerusakan ginjal, yang juga tidak bisa disembuhkan.
Namun, tampaknya masih banyak orang tidak mengetahui jika hipertensi tersebut tidak bisa sembuh seratus persen.
Ketidaktahuan tersebut membuat seseorang penderita merasa bosan, dan tidak mau lagi minum obat hipertensi secara terus-menerus.
Dan, sebenarnya menghentikan minum obat hipertensi itulah yang justru bisa menyebabkan gangguan atau kerusakan ginjal.
Sebaliknya pula, kerusakan ginjal yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan timbulnya hipertensi alias tekanan darah tinggi tersebut.