Dokter Marwan menjelaskan, Influenza memang bukan penyakit yang secara langsung disebabkan oleh suhu dingin.
Namun, menurutnya virus yang menjadi penyebab common cold atau pilek menyebar lebih mudah di musim dingin.
"Cuaca yang lebih dingin memungkinkan virus untuk bertahan hidup lebih lama di udara, dan virus lain seperti rhinovirus juga lebih umum di musim dingin," ungkapnya.
Sementara itu, rhinitis alergi adalah pilek alergi dengan gejala seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal pada hidung dan mata, sehingga menyebabkan reaksi alergi.
"Udara yang dingin memicu reaksi tertentu pada beberapa individu yang sensitif terhadap perubahan suhu," jelasnya.
Sedangkan, penyakit asma akan menjadi sering kambuh selama musim dingin. Dan, urtikaria dapat memperburuk kondisi eksim atau dermatitis atopik.
"Kulit yang sudah sensitif menimbulkan urtikaria berupa ruam yang terasa gatal, dan tampak peninggian pada kulit,"jelas dr Marwan.
Guna mencegah berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca dingin itu, dr Marwan memberikan beberapa saran, di antaranya mengenakan pakaian hangat untuk menjaga suhu tubuh dengan menurunkan kecepatan pengeluaran panas.
Menurutnya, bagian tubuh yang seringkali kehilangan panas tubuh adalah kepala, tangan, dan kaki.
Kemudian, konsumsi makanan dan minuman hangat, menjaga kelembapan udara di dalam ruangan, berolahraga, istirahat yang cukup, dan menggunakan pelembap secara teratur untuk melindungi kulit.
Selain itu, juga konsumsi multivitamin untuk membantu tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
Dia mengatakan, bahwa multivitamin mampu menjaga sistem kekebalan tubuh dalam cuaca dingin yang terasa ektrem dan berkepanjangan. ***(KKO)