WartaPesona.com - Sejak lama tanaman buah kecubung dikenal berbahaya karena beracun, bisa memabukkan, bahkan mematikan. Namun, di balik efek sampingnya ini tanaman unik tersebut punya manfaat kesehatan.
Meski punya manfaat kesehatan, buah kecubung sejak lama lebih dikenal sebagai tanaman yang beracun dan berbahaya.
Karena beracun dan bisa memabukkan, banyak orang enggan menanam buah kecubung di dekat rumah. Alhasil, tanaman unik ini lebih sering ditemui tumbuh liar di pinggiran hutan, atau area persawahan.
Belum lama ini tanaman buah kecubung mendadak viral karena kasus keracunan yang menyebabkan korban tewas.
Ramai di media sosial kabar terjadinya kasus keracunan kecubung menyebabkan dua orang tewas, dan puluhan lainnya dirawat di RSJ Saham Limbung Kalimantan Selatan.
Perihal efek samping buah kecubung yang memabukkan, memang sejak lama sengaja disalahgunakan untuk membuat efek mabuk.
Namun, jarang orang tidak menyadari efek samping dari buah kecubung ini juga bisa mematikan.
Seperti apa sebenarnya tanaman buah kecubung ini, dan apa saja kandungannya sehingga bisa berbahaya namun juga punya manfaat kesehatan?
Dikutip dari pustaka setjen pertanian, tanaman kecubung yang bernama latin Dactura factuosa ini punya bunga besar berbentuk mirip lonceng menjuntai ke bawah.
Mahkota bunga kecubung menyerupai lonceng ini bisa berwarna kuning, orange, atau merah. Sedangkan buahnya berbentuk bulat dengan warna hijau dan berduri.
Buah kecubung inilah yang punya kandungan senyawa kimia sangat beracun, dan punya efek psikotropika atau memabukkan.
Berikut ini sejumlah kandungan senyawa pada buah kecubung.
Atropin
Merupakan salah satu senyawa utama dalam kecubung. Punya efek antikolinergik yang bisa mempengaruhi sistem saraf pusat dan otot-otot halusinasi. Bahkan, bisa meningkatkan denyut jantung, pupil melebar, mulut kering, dan gangguan sistem pencernaan.