Jemparingan, olahraga panahan tradisional Yogya ini masuk warisan budaya takbenda, sejarahnya begini

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Rabu, 31 Mei 2023 | 09:13 WIB
Sebuah perlombaan jemparingan yang digelar di Kota Yogyakarta.  (@kokot)
Sebuah perlombaan jemparingan yang digelar di Kota Yogyakarta. (@kokot)

Baca Juga: Mengoptimalkan Proses Bisnis untuk Keunggulan Kompetitif

Caranya dengan meletakkan busur di depan perut, sehingga bidikan didasarkan pada perasaan pemanah.

Gaya memanah ini sesuai dengan filosofi jemparingan yang tujuannya untuk melatih konsentrasi dan kepekaan batin.

Namun sebagai sebuah tradisi, tata cara jemparingan ini juga mengalami perubahan. Sebagian orang tidak membidik dengan posisi gandewa di depan perut. Namun, dengan posisi sedikit miring sehingga pemanah bisa membidik dengan mata.

Baca Juga: Melukis Keindahan Kota Nafplio: Memanjakan Mata dengan 5 Wisata yang Menakjubkan

Setelah sempat terancam punah, jemparingan ini rutin diadakan sebagai perlombaan atau sekadar hiburan. Beberapa komunitas di Yogyakarta juga membuatnya sebagai salah satu daya tarik wisata.

Kini, jemparingan gaya mataraman ini juga makin digemari oleh kalangan muda, hingga turis asing yang sengaja datang ingin belajar.*** (KKT)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Juara

Senin, 1 Juni 2026 | 05:37 WIB

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Meraih Pole

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:22 WIB

Crystal Palace Juarai Conference League

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:24 WIB
X