Ini sekaligus menjadi strategi agar pipeline atlet Indonesia lebih stabil dan terukur dari tingkat daerah, nasional, hingga persiapan event internasional.
Integrasi dengan PON dan Agenda Internasional
Proyek pembangunan pusat pelatihan ini juga diselaraskan dengan evaluasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Erick mengatakan bahwa salah satu wacana yang muncul adalah sinkronisasi gelaran PON dengan SEA Games agar fokus pembinaan atlet tidak tumpang tindih.
“Jangan sampai PON berdekatan dengan Olimpiade sehingga persiapan atlet menjadi tidak optimal,” sambungnya.
Dengan integrasi ini, pemerintah berharap kalender pembinaan nasional dapat sejalan dengan agenda regional dan global.
Fondasi untuk Target Besar 2028, 2032, dan 2036
Pembangunan pusat latihan ini bukan proyek sesaat. Erick menegaskan bahwa pembinaan jangka panjang adalah inti dari seluruh program yang sedang dibangun pemerintah.
“Kita bicara bukan hanya 2028, tetapi juga 2032 dan 2036. Atlet-atlet yang saat ini masih kelompok umur akan memasuki masa emasnya pada tahun-tahun itu,” tegas Erick.
Dengan fasilitas modern, pembinaan berjenjang, dan dukungan akademik yang jelas, pemerintah berharap Indonesia dapat bersaing lebih kuat di SEA Games, Asian Games, dan terutama Olimpiade.
“Ini fondasi besar untuk masa depan olahraga Indonesia,” tutupnya. *****