WartaPesona.com – Pemerintah tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ekosistem olahraga Indonesia melalui pembangunan pusat pelatihan atlet berskala nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa proyek ini tidak hanya menghadirkan fasilitas latihan modern, tetapi juga sebuah akademi olahraga terpadu yang dirancang untuk mencetak atlet berprestasi sejak usia muda.
Menurut Erick, pusat pelatihan tersebut akan menjadi “rumah besar pembinaan atlet Indonesia,” tempat berbagai cabang olahraga dapat berkembang melalui pendekatan ilmiah, program latihan berjenjang, dan dukungan pendidikan yang tidak terputus.
Lahan 300 Hektare Disiapkan untuk Kawasan Pelatihan Terpadu
Erick menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare sebagai lokasi pusat pelatihan utama. Meski belum diumumkan secara resmi, Erick memastikan lahannya sudah dalam tahap finalisasi administrasi.
“Kita negara besar, dan cukup lama tertinggal dari negara tetangga dalam hal infrastruktur latihan. Karena itu, Presiden ingin membangun pusat olahraga nasional yang benar-benar prima,” ujar Erick di Istana Kepresidenan, Selasa (25/11/2025).
Dalam kawasan tersebut, pemerintah akan membangun pusat akademi olahraga untuk mendukung para atlet muda. Erick menekankan bahwa akademi ini dirancang agar atlet usia belia bahkan yang baru menginjak 12 tahun tetap dapat menjalani pendidikan formal tanpa harus meninggalkan latihan intensif.
Fasilitas Pendukung : Dari Asrama Hingga Layanan Kesehatan Modern
Pusat pelatihan ini tidak hanya menyediakan lapangan, gedung olahraga, dan ruang latihan berteknologi tinggi. Erick memastikan bahwa berbagai fasilitas pendukung juga dipersiapkan dengan standar internasional.
“Di situ juga ada asrama atlet, pusat kesehatan dan sport science, fasilitas recovery, nutrisi, hingga sarana latihan lengkap. Presiden ingin atlet kita mendapat fasilitas terbaik,” jelasnya.
Fasilitas medis yang direncanakan menjadi salah satu sorotan, karena pemerintah ingin memastikan proses latihan dan pemulihan atlet berjalan optimal, mengurangi risiko cedera, dan meningkatkan performa jangka panjang.
Jaringan Sentra Pelatihan Daerah : 6–8 Pusat Pembinaan Baru
Selain pusat pelatihan nasional, pemerintah juga menargetkan pembangunan 6 hingga 8 sentra pelatihan regional di sejumlah provinsi.
Tujuannya adalah memperkuat pembinaan di daerah sehingga atlet muda tidak harus jauh dari kampung halaman untuk memulai karier olahraga mereka.
“Sentra-sentra itu penting untuk menciptakan jenjang pembinaan. Ada yang levelnya nasional dan internasional, tetapi ada juga yang khusus membina bibit dari daerah masing-masing,” kata Erick.