WartaPesona.com - Menciptakan wirausaha baru atau enterpreneur muda bagi Pemerintah Daerah DI Yogyakarta bukan hal baru.
Program penciptaan wirausaha baru di DIY sudah ada sejak tahun 2021, melalui program Momenku Berkemas di setiap lembaga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Melalui program yang bertujuan mencetak wirausaha baru tersebut, siswa SMK sejak kelas 1 sudah dibimbing untuk membuat kelompok usaha dan diberi modal.
Program tersebut diberi nama Momenku Berkemas, akronim dari Model Manajemen Kelompok Usaha Siswa Partisipasi Berantas Kemiskinan Masyarakat.
Baca Juga: 5 pilihan jenis kendaraan ramah lingkungan, tidak hanya tenaga listrik
Hal tersebut diungkapkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, saat menjadi narasumber talk show di Festival Pramuka Jogja (FPJ) 2023, di Buper Tunas Wiguna Babarsari, Yogyakarta, Sabtu (15/7).
Pada prinsipnya, inovasi Momenku Berkemas yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini merupakan pendidikan kewirausahaan di sekolah yang dimodifikasi dengan model inkubasi. Mulai dari penyadaran, pemberdayaan, pengembangan, dan pemantapan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan, dengan program tersebut siswa SMK tidak mampu yang sudah pasti tidak akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena masalah biaya, diminta membuat kelompok usaha. Masing-masing anggotanya 3-4 orang.
Baca Juga: Buah Pepaya yang tumbuh di banyak daerah, kaya manfaat kesehatan
"Mereka dibimbing oleh guru untuk membuat usaha, dan membuat branding sendiri dengan bantuan modal per kelompok Rp10 juta," kata Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, dengan cara tersebut siswa tidak mampu sejak kelas 1 sudah disiapkan merintis usaha sendiri agar bisa mandiri.
Gubernur Sri Sultan HB X mengungkapkan, setidaknya hingga tahun 2021 ada 28.000 lulusan SMK di seluruh DIY.
Dari jumlah tersebut ada 11,4 persen yang tidak melanjutkan dengan alasan beragam. Tapi, sebanyak 5.794 lulusan SMK tidak melanjutkan pendidikan karena tidak punya biaya.