WartaPesona.com - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DI Yogyakarta mulai fokus menggarap sektor wirausaha UMKM untuk berkontribusi di sektor Industri 4.0 menciptakan Society 5.0.
Upaya Kwarda Gerakan Pramuka DIY menggarap sektor wirausaha UMKM dilakukan dengan pembentukan Saka Wirausaha DIY.
Dengan turut membangun sektor wirausaha UMKM, Kwarda Gerakan Pramuka DIY berharap bisa turut andil di era Industri 4.0 untuk menciptakan Society 5.0.
Saka Wirausaha DIY secara resmi akan diluncurkan di acara Festival Pramuka Jogja (FPJ) 2023 pada Sabtu 15 Juli mendatang.
Baca Juga: Gagal jadi tuan rumah event internasional, Sandiaga Uno siapkan langkah pulihkan citra Indonesia
Diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Saka Wirausaha DIY ini merupakan satuan karya rintisan yang dibentuk untuk menumbuhkan ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda.
Dikutip dari laman pramukadiy.or.id, FPJ 2023 akan digelar dua hari di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari Sleman Yogyakarta.
Mengangkat tema Green and Circular Economy, FPJ 2023 ini bekerja sama dengan Pemerintah DIY, Dinas Koperasi dan UMKM, serta sejumlah elemen masyarakat dan komunitas.
FPJ 2023 yang digelar kali kedua ini akan dimeriahkan dengan pameran UMKM, unjuk kreasi Saka, workshop, talkshow, dan aneka lomba yang diikuti oleh masyarakat umum.
Seratus lebih mitra Gerakan Pramuka DIY dan 11 perutusan Saka juga akan turut memeriahkan gelaran FPJ 2023 tersebut, dengan menyuguhkan penampilan tren milenial.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi, mengatakan Saka Wirausaha DIY merupakan salah satu strategi yang digagas Pemda DIY untuk mendorong Pramuka mampu mandiri secara ekonomi melalui wirausaha.
Selain itu, juga sebagai upaya mencapai standar negara maju yang membutuhkan setidaknya rasio kewirausahaan sebesar 10 persen.
Baca Juga: Sederet peluang bisnis online tanpa modal, dari jualan produk hingga jasa