Kemudian untuk komoditas kelapa parutan kering, Indonesia menjadi eksportir terbesar kedua dengan nilai 170 juta USD.
Baca Juga: Jelajah Pulau Pramuka: Wisata Laut yang Menyegarkan Jiwa
Indonesia juga menempati posisi kedua setelah Filipina dalam ekspor kopra mentah dan olahan, dengan nilai masing-masing 354 juta USD, dan 368 juta USD.
Sedangkan untuk sabut kelapa, Indonesia menempati posisi ke-9 dengan nilai 11 juta USD. Masih jauh di bawah potensi maksimalnya.
Negara-negara Eropa sangat membutuhkan pasokan kelapa kering, juga karena tren konsumsi makanan sehat dan produk berbasis tanaman di Eropa yang semakin meningkat.
Baca Juga: Pelecehan Seksual di Dunia Nyata dan Medsos: Kasus Bernadya dan Penari Bali, Ini Bahaya Traumanya
Adapun negara-negara Eropa yang sangat membutuhkan kelapa dan berbagai olahannya itu adalah Jerman, Inggris, Polandia, Prancis, Belgia, dan banyak lagi.
Namun, tentu saja tidak mudah untuk memasuki pasar ekspor di Eropa, yang sangat peduli dengan aspek keberlanjutan dan kualitas produk.
Karena itu, kelapa kering dengan sertifikasi organik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global Eropa dan Amerika. ***(KKO)