WartaPesona.com - Pandemi Covid-19 memang sudah berlalu, namun efek disrupsi badai pandemi masih dapat dirasakan hingga kini. Tidak tanggung-tanggung hampir semua lini sektoral mengalami kemerosotan seperti perekonomian, kesehatan, dan sosialitas.
Keberhasilan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 merupakan upaya kerja keras dan koordinasi bersama Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah diantaranya adalah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pembentukan Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), lalu juga program kolaborasi bersama Kementrian Kesehatan yaitu Gerakan Vaksinasi.
Dalam hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga menuturkan jika selama pandemi terdapat perubahan mekanisme untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dirubah melalui Perpu. “Ini diawali dengan merubah mekanisme untuk APBN, melalui Perpu. Nah, Perpu ini menjadi salah satu game changer. Karena disitu selama pandemi menggunakan Perpu itu, ini dilakukan untuk menangani APBN secara fleksibel tetapi akuntabel,” ungkap Menko Airlangga Hartarto bersama Kumparan di Kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat (10/02).
Baca Juga: Sektor UMKM Menjadi Salahsatu Andalan Perekonomian Hingga Indonesia Menjadi Tuan Rumah ASEAN 2023
Menko Airlangga juga mengungkapkan jika kebijakan penetapan KPC-PEN merupakan kebijakan yang dinilai telah tepat dilakukan untuk mengambil langkah-langkah kebijakan dengan mengintegrasikan dimensi Penanganan Kesehatan dengan dimensi Pemulihan Ekonomi Nasional. Lanjutnya, terkait pengadaan vaksin dengan kondisi keterbatasan pasokan menjadikan Pemerintah terus berupaya untuk memperoleh vaksin.
Untuk itu, Pemerintah mengambil jalan melalui dua mekanisme yaitu pendekatan secara diplomatik dan pengembangan vaksin dalam negeri. Terkait dengan pengadaan vaksin memang bukanlah hal yang mudah. Pasalnya untuk mengadakan vaksin perlu melihat ketersediaan stok di dunia. “Pengadaan vaksin itu tentu melihat apa yang tersedia di dunia. Kalau kita bicara bulan November, tidak ada satu pabrik farmasi pun yang menyatakan punya vaksin, namun mereka siap produksi.
Baca Juga: Menpora Amali Harap Seluruh Komponen Masyarakat Dukung Perjuangan Timnas Indonesia
Akhirnya kita mengambil kebijakan yang apda waktu itu cepat yaitu melakukan clinical trial khusus untuk Sinovac,” tutur Menko tersebut. Masih dalam penuturan Menko Airlangga, juga menuturkan target Pemerintah untuk mencapai herd immunity hingga persentase pencapaian 70% sasaran vaksinasi penduduk da;am satu tahun telah terpenuhi dengan baik.
Hal ini didukung dengan data pencapaian dosis pertama sebanyak 197,1 juta, untuk dosis kedua sebanyak 160,8 jutan, dan dosis ketiga sebanyak 24,1 juta per Maret 2022. Dalam urusan perekonomian, Menko Airlangga mengatakan jika Pemerintah melalui Kementrian Sosial telah menggalangkan Program Kartu Prakerja dengan tujuan memberikan bantuan sosial selama pandemi Covid-19.
Baca Juga: Sandiaga Uno Menparekraf: Istana Amantubillah Mempawah Daya Tarik Wisata Budaya KalbarEmpty heading
“Program Kartu Prakerja diluncurkan satu hari setelah penetapan PSBB pada tahun 2022. Ini menjadi tantangan untuk bagaimana menyampaikan program baru kepada masyarakat sekaligus mengubahnya menjadi bantuan semi bansos”, ujar Menko Airlangga. Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga mengatakan jika program yang diluncurkan telah berhasil diakses lebih dari 90 juta orang di 514 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, kini sudah berhasil diakses oleh lebih dari 90 juta orang dari 514 Kabupaten/Kota se Indonesia dan sampai gelombang terakhit terdapat sekitar 16 juta orang yang telah menerima manfaat dari program ini,” tutup Menko Airlangga. *** (MAA)
Penulis : Muhammad Akhsanul Akhlaq