berita

Di Depan Mahasiswa Harvard, Menteri Bahlil Singgung Ketidakadilan Uni Eropa Gugat Hilirisasi Nikel

Senin, 9 Januari 2023 | 22:56 WIB
Bahlil Lahadalia Menteri Investasi / BKPM dengan Mahasiswa Harvard

 

WartaPesona.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menerima kunjungan para mahasiswa pascasarjana Harvard University, Amerika Serikat di kantor Kementerian Investasi/BKPM Senin sore ini, 9 Januari 2023.

Di hadapan 50 mahasiswa Harvard yang hadir tersebut, Bahlil dengan antusias menjelaskan tentang bagaimana arah kebijakan investasi di Indonesia.

Saat ini, pemerintah Indonesia fokus pada industri hilirisasi dengan pendekatan energi hijau dan industri hijau.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Ajak Perbankan Jaga Resiliensi Perekonomian Indonesia

Akan tetapi, langkah Indonesia dalam memperjuangkan hilirisasi tersebut tidak sepenuhnya memperoleh dukungan dari negara-negara maju.

Bahlil Lahadalia Menteri Investasi /Kepala BKPM berbagi cerita dengan mahasiswa Harvard

Bahlil lebih lanjut menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menghadapi gugatan dari Uni Eropa melalui WTO (World Trade Organization) terkait dengan kebijakan pemberhentian ekspor nikel yang dilakukan tahun 2019 lalu.

“Saya jujur mengatakan, saya bingung dengan cara berpikir dari sebagian negara-negara maju. Ketika Indonesia memperjuangkan untuk hilirisasi memberikan nilai tambah dan kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha lokal, sebagian negara-negara tersebut tidak mau. Sementara mereka tahu bahwa sebuah negara berkembang menuju negara maju, salah satu instrumennya adalah melakukan hilirisasi,” ungkap Bahlil.

Baca Juga: Anti Bosan Bersama Kereta Api, Liburan Aman dan Nyaman, Simak Informasinya

Mahasiswa Pascasarjana Harvard University

Lebih lanjut, Bahlil memberikan contoh kebijakan yang lebih dulu dilakukan oleh negara-negara maju seperti Inggris, Tiongkok, dan Amerika dalam melakukan hilirisasi dalam rangka menjaga kedaulatan industri di negaranya masing-masing.

“Inggris di abad ke-16 ketika mereka memberhentikan ekspor wool sebagai bahan baku tekstil. Amerika di abad ke-19 dan 20 begitu juga. Mereka menggunakan pajak progresif untuk impor dalam rangka menjaga kedaulatan industrinya lebih bagus. China di tahun 80-an itu aturan TKDN-nya 80% dan industrinya bagus sekarang,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Hari Raya Imlek Segera Tiba! 7 Destinasi di Jakarta yang Bisa Dieksplorasi

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi / Kepala BKPM

Menurut Bahlil, saat ini sudah saatnya bagi negara maju maupun negara berkembang membangun kolaborasi dan kerja sama yang baik, dalam rangka membangun ekonomi dunia yang lebih adil dan merata, dengan memperhatikan pada energi hijau dan industri hijau.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB