WartaPesona.com - Kabar duka datang kembali di tanah air yaitu bencana gempa yang menguncang Cianjur Jawa Barat.
Tercatat ada 272 korban meninggal dunia pascagempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Penyebab anak-anak korban meninggal dunia dalam bencana gempa tersebut adalah akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang berdasarkan data.
Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul'KemenPPPA: Mayoritas Anak-anak Korban Gempa Cianjur Meninggal Dunia Karena Tertimpa Reruntuhan'.
"Khusus yang tercatat di RSUD Sayang Cianjur sebanyak 115 orang meninggal, 50 di antaranya anak-anak dan 65 orang dewasa," ujar Nahar, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.
Sedangkan jumlah korban luka-luka yang ditangani rumah sakit tersebut mencapai 746 orang.
"Sebanyak 317 di antaranya luka berat, 406 orang mengalami luka ringan hingga luka sedang," kata Nahar.
Sementara itu, pada hari ini, Kamis 24 November 2022, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang tertimbun longsor akibat gempa, di kampung CIjedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Bocah 5 Tahun Selamat Dari Gempa Cianjur Setelah 3 Hari Tertimbun Reruntuhan
"Hari ini ditemukan satu jenazah atas nama Ibu Nining, umur 64 tahun, sekarang jadi 272 (korban meninggal)," kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers di Pendopo Cianjur, Kamis.
Dari 272 korban meninggal itu, kata dia, 165 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi identitasnya. Sehingga, sisanya masih ada 107 jenazah yang belum terverifikasi identitasnya.
Oleh karenanya, dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor ke posko utama di Pendopo Cianjur. Adapun laporan itu harus detail mulai dari nama, jenis kelamin, umur, ciri-ciri, tempat tinggal dan lainnya.
“Kami mohon bantuan dari seluruh masyrakat yang merasa anggota keluarganya hilang,” kata Suharyanto.