Tentunya dengan kekayaan alam serta lahan yang dimiliki oleh Indonesia, potensi ancaman ini dapat menjadi peluang yang menantang guna lebih mengoptimalkan fungsi lahan “tidur” yang belum produktif, sehingga akhirnya dapat mengejewantahkan ketahanan dan kemandirian pangan di tengah-tengah lonjakan dan fluktuasi harga pangan dunia.
Salah satu program pemerintah saat ini adalah penyediaan lumbung pangan (food estate) di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Selamat dari Kecelakaan Pesawat, Reza Rahadian dan Luna Maya Berselingkuh di Film Mendarat Mendadak
Hal ini merupakan program strategis yang dilakukan guna mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi covid 19, perubahan iklim, dan sekaligus mengurangi kebergantungan terhadap impor pangan.
Dengan berbagai pilihan dan diversifikasi pangan tentunya akan terdapat banyak alternatif yang dapat dikerjakan di negeri sendiri.
Kita tidak hanya bergantung kepada komoditi beras namun bisa juga berupa jagung dan sorgum, seperti di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Pengembangan sektor pangan membutuhkan teknologi dan cara baru yang inovatif, serta mampu meningkatkan efisiensi proses produksi pangan yang berkualitas, memperbaiki daya dukung lingkungan, sekaligus menyejahterakan kehidupan petani.
Pada akhirnya,harapan kita agar potensi kelangkaan pangan ini dapat diminimalisir guna keberlanjutan kehidupan umat manusia di bumi, termasuk di tanah air.***
(Roebing Gunawan Budhi/Pikiran-rakyat.com) (AA)