"Masak bisa mendampingi suami dan berdandan rapi, kemudian menjadi bisu saat didatangi LPSK?," ucapnya.
Mantan wartawan investigasi itu kemudian mengarahkan konspirasi dugaan motif pembunuhan Brigadir J ke Satgasus Merah Putih yang sebelumnya dipimpin oleh Ferdy Sambo.
"Coba hitung berapa triliun (rupiah) duit rampasan dari barbuk Narkoba, belum nanti dapat bayaran dari bandarnya. Jadi kalau ada bandar Narkoba ketangkap barangnya dirampas, dan bandarnya diperas," katanya.
"Kemudian dari judi offline dan judi online, setorannya juga gila-gilaan. Contoh kecil kalau ada penjudi kelas kampung lagi ditangkap polisi, misalnya 6 orang, maka masing-masing orang minimal setor Rp50-100 juta supaya nggak diproses hukum," ujarnya.
"Bisa dibayangkan pemerasan di TK bandar besar perjudian. Judi online duitnya lebih gila lagi, tiap bulan setornya ke Satgassus, seperti info yg beredar Rp800 miliar," ucap mantan wartawan investigasi itu menambahkan.
Dia pun menuturkan masih banyak lagi bisnis-bisnis hitam yang ditangani oleh Satgasus Merah Putih ini.
"Dimana uang Satgassus dari jadi backing judi offline dan online, dari bandar Narkoba, backing prostirusi dan lain-lain? Kabarnya disimpan di sebuah bunker yang hingga saat ini pun belum ditemukan oleh kelompok polisi yang mencari," katanya.
Mantan wartawan investigasi itu juga menuturkan bahwa Satgasus Merah Putih yang dipimpin Ferdy Sambo bisa leluasa bergerak dalam tubuh Polri karena sang 'bos' rajin membagikan uang yang dihimpun satuannya dari hulu sampai hilir.
Lalu, apa hubungannya dengan Brigadir J?
"Selain sebagai anggota ajudan Sambo, Brigadir J juga anggota Satgassus. Tentu dia mengerti alias paham betul praktek-praktek kotor di Satgassus," kata mantan wartawan investigasi itu.
"Sambo termasuk Ketua Satgassus terlama karena menjabat sejak tahun 2020, sebelumnya Idham Azis yang kemudia menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian," ucapnya.
Baca Juga: Terjadi Lagi Kecelakaan Trobos Perlintasan Kereta Api, Korban Tewas Di Tempat
"Kabarnya Sambo sendiri sudah mengeplot dirinya dua tahun lagi menjadi Kapolri, karena memiliki modal duit yang dikumpulkan untuk bisa menguyur berbagai pihak untuk meloloskan dirinya bisa jadi Kapolri," tuturnya menambahkan.