WartaPesona.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terus mengupayakan sinergi di antara subsektor ekonomi kreatif di Sulawesi Utara melalui program Kelana Nusantara.
Dalam acara Kelana Nusantara yang digelar di Koki Teterusan Resto & Cafe, Minahasa Utara, pada Rabu (9/8/2023), Menparekraf Sandiaga mengungkapkan pentingnya upaya ini sebagai langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi kreatif, terutama dalam sektor pariwisata, mengingat Likupang telah diidentifikasi sebagai destinasi super prioritas.
"Melalui Kelana Nusantara, kami berharap dapat mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif yang mampu memberikan dukungan kuat untuk pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pariwisata.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Tips Akses Pembiayaan Brilian untuk Pelaku Parekraf di Tomohon
Kami mengharapkan bahwa satu subsektor ekraf di Sulawesi Utara dapat memainkan peran sentral dalam memajukan subsektor lainnya," ujar Menparekraf Sandiaga.
Dalam acara tersebut, Menparekraf Sandiaga memastikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Sulawesi Utara terus berjalan dengan baik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekraf dan masyarakat setempat.
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Sandiaga Uno: AKI 2023 Peluang Emas Mendorong UMKM Manado Menuju Peningkatan Kapasitas
"UMKM harus kita berdayakan, karena 97 persen lapangan kerja berasal dari UMKM. Oleh karena itu, kami berjuang untuk mencapai target penciptaan 4,4 juta lapangan kerja melalui UMKM.
Dukungan terhadap UMKM sejalan dengan program pemerintah, seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia," tambahnya.
Menparekraf Sandiaga juga mendorong para pelaku parekraf di Sulawesi Utara untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan konsep 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
Baca Juga: Video musik Blackpink cetak rekor jumlah tayangan di YouTube, Ddu du Ddu du tembus 2,1 miliar
Dengan pendekatan ini, pengelolaan sektor parekraf diharapkan dapat berjalan lebih baik dan destinasi pariwisata menjadi lebih menarik bagi wisatawan.
"Destinasi pariwisata harus memiliki atraksi yang unik, misalnya dalam bentuk event-event menarik. Salah satu contohnya adalah Tomohon International Flower Festival.
Selain itu, juga perlu memperhatikan amenitas seperti restoran, kafe, homestay, hotel, dan fasilitas glamping. Terakhir, aksesibilitas yang baik juga menjadi kunci, termasuk infrastruktur dan sarana transportasi menuju destinasi," paparnya.