WartaPesona.com - Cuaca panas ekstrem di Korea Selatan sempat menyebabkan ratusan dari 43 ribu lebih peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di negara tersebut mengalami heat stroke.
Namun, kondisi peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 Korea Selatan, kini dilaporkan sudah pulih, termasuk kontingen dari Indonesia.
Cuaca panas ekstrem di Korea Selatan saat Jambore Pramuka Sedunia ke-25 tersebut dilaporkan mencapai 30-40 derajat Celsius.
Baca Juga: Platform SATUSEHAT diakui internasional, diklaim aman digunakan oleh 100 negara
Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di Korea Selatan di tengah panas ekstrem berlangsung di Bumi Perkemahan Sae Man-Geum Provinsi Jeollabuk.
Guna mengatasi kondisi tersebut, pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya dan menambah lebih banyak sarana.
Penyiraman jalan dilakukan pada pagi dan sore hari, serta menambah jumlah tenaga dan peralatan kesehatan.
Sejumlah Cooling Bus juga disediakan di beberapa lokasi kegiatan, yang bisa digunakan oleh peserta jambore untuk mendinginkan diri.
Semprotan air juga disiapkan di sejumlah terowongan peneduh, dan ribuan payung yang bisa digunakan oleh para peserta jambore.
Baca Juga: Siap-siap pendaftaran CASN CPNS 2023 mulai September, PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan jadi prioritas
Kedutaan Besar RI di Korea Selatan pun tak tinggal diam, dan memberikan dukungan penuh demi keamanan kontingen Indonesia pada acara Jambore Pramuka Sedunia ke-25 tersebut.
Kedubes RI mengirimkan sejumlah armada, untuk membantu petugas dan pimpinan kontingen Indonesia berkeliling memeriksa kondisi kesehatan peserta.
Jambore Pramuka Sedunia ke-25 Korea Selatan, akan berlangsung 12 hari pada 1-12 Agustus 2023.