WartaPesona.com- Desa Wisata Kuin Utara berhasil meraih prestasi gemilang sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik yang ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Berlokasi di tepian Sungai Kuin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, desa wisata ini memiliki daya tarik yang kuat terutama terkait dengan wisata sejarah.
Wilayah Desa Wisata Kuin Utara telah menjadi pusat penyebaran agama Islam di bawah pemerintahan Kerajaan Banjar yang dipimpin oleh Sultan Suriansyah.
Baca Juga: Workshop KaTa Kreatif: Sandiaga Uno Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kota Banjarmasin
Wisatawan yang mengunjungi desa ini dapat menelusuri dan merasakan napak tilas perjalanan kerajaan melalui sejumlah peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik.
Salah satunya adalah Masjid Sultan Suriansyah, sebuah masjid berusia lebih dari 5 abad yang menjadi ikon Desa Wisata Kuin Utara.
Masjid Sultan Suriansyah, juga dikenal dengan sebutan Masjid Kuin, memiliki arsitektur khas Banjar dengan konstruksi dasar berupa rumah panggung dari kayu ulin dan atap tumpang tiga yang dihiasi mustaka pada bagian atapnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dihadap kan pada Tantangan Unik: Menghias Tanggui Topi Khas Suku Banjar
Di dalam masjid terdapat mimbar dan undak-undak yang dihiasi dengan ukiran sulur-suluran, kelopak bunga, dan arabes yang distilir.
Masjid ini juga memiliki bentuk yang indah dan merupakan karya seni berupa kaligrafi Arab yang menghadirkan aspek religi, kekayaan budaya, dan kearifan lokal.
Dikukuhkan sebagai cagar budaya pada tahun 2008 oleh situs www.kemdikbud.go.id, Masjid Sultan Suriansyah telah mengalami beberapa kali pemugaran. Meskipun telah mengalami pemugaran, keaslian bentuk dan ornamen asli dari masjid ini tetap dijaga dan terjaga dengan baik.
Kehadiran Desa Wisata Kuin Utara sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik ADWI 2023 menjadi bukti keberhasilan dari pengelolaan dan peningkatan potensi wisata sejarah di kawasan tersebut.
Muhammad, pengurus Pokdarwis Kambang Baranteng yang mengelola Desa Wisata Kuin Utara, mengungkapkan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam pengelolaan dan peningkatan daya tarik desa wisata ini.
Di antara produk-produk ekonomi kreatif yang ditawarkan adalah kuliner, kriya, fesyen, dan lainnya, seperti Soto Banjar, kue-kue khas, dan topi khas Banjar.