Baca Juga: The Moon, karya film Korea sutradara Kim Yong Hwa segera tayang di Bioskop Indonesia 9 Agustus 2023
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa forum ini berhasil menarik banyak komitmen investasi dalam pengembangan pariwisata hijau.
Keberhasilan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para stakeholder yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa berbagai lembaga turut berkolaborasi dalam ITIF 2023, termasuk UNDP (United Nations Development Program/Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa), WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia), Bank Indonesia, dan banyak stakeholder lainnya.
Baca Juga: Rawon dari Surabaya Jawa Timur, Sup Terenak di Dunia versi TasteAtlas
Kolaborasi ini menciptakan kesempatan berharga bagi para investor untuk berinvestasi dalam pariwisata hijau, yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan prinsip berkelanjutan dalam industri pariwisata.
Selain berbagai kemitraan penting yang terjalin dalam acara tersebut, penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Nimo Enterprise dan Mitra Jaya dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) juga menjadi salah satu highlight kegiatan.
LOI ini memiliki nilai total sekitar Rp510 miliar, yang menunjukkan komitmen nyata dari para pihak untuk berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Baca Juga: Ini dia event Agustus 2023 di Jawa Tengah, dari festival budaya, olahraga, hingga pentas musik
Selain itu, ada juga kerja sama yang terjalin antara Martha Tilaar Group dengan tiga Badan Otorita Pariwisata, yang menunjukkan dukungan dari sektor swasta untuk berkontribusi dalam upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, baik yang hadir secara daring maupun luring.
Partisipasi mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menjadi bukti nyata bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Cara membuat perangkap nyamuk biar tidur bisa nyenyak, pakai bahan bekas
Kesuksesan ITIF 2023 sebagai ajang untuk menarik investasi pariwisata hijau menjadi momentum positif bagi kemajuan pariwisata Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak dan kolaborasi yang kuat, diharapkan industri pariwisata akan semakin berkembang, memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.*** (AA)