"Insya Allah, semua kegiatan masjid mendapatkan berkah dari Allah SWT, termasuk para pengurus dan dermawan yang mendukung kegiatan ini," kata Iim.
"Terkait semua kegiatan masjid, baik itu urusan rumah tangga maupun kegiatan amal, dana yang digunakan berasal dari kotak amal yang berisi sumbangan dari dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dari para jamaah dan dermawan warga Komplek Angkasa Pura beserta sekitarnya. Khususnya untuk kegiatan Pawai Obor, dana berasal dari sumbangan seluruh RT yang berada di kawasan Jalan Mokmer," terang Iim dalam acara yang dihadiri oleh ratusan undangan, termasuk pengurus Yayasan, DKM, para jamaah, dan tokoh masyarakat. Turut hadir juga Kasi Kesra Kelurahan Gunung Sahari Utara, Abdulgani Siregar.
Ustadz Kasif Heer yang juga merupakan pimpinan Pesantren As-Syabab di Bogor, memberikan tausyiah pada kesempatan tersebut mengenai pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak, makna perayaan tahun baru Hijriyah, pentingnya meningkatkan ketakwaan, dan lainnya.
"Anak-anak harus diberikan bekal ilmu agama sejak dini agar kelak tidak terjebak dalam pergaulan bebas, narkoba, atau LGBT," ujar Ustadz Kasif, yang namanya mulai dikenal sejak mengikuti audisi Dai Muda sekitar 10 tahun lalu.
Menurutnya, pendidikan agama yang terbaik dapat diperoleh di pesantren. "Orangtua harus memahami bahwa anak yang hafal Quran 30 juz juga dapat menjadi dokter, sarjana, pengusaha, dan lainnya. Saya sendiri merupakan contoh bahwa saya juga bisa menjadi pengusaha," tambah pemilik PT Safaroh Fathul Islam, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan haji dan umroh.
Ustadz Kasif yang sering memberikan ceramah di televisi dan platform streaming lainnya menegaskan bahwa di kalangan anak muda, terdapat banyak godaan yang mengintai, seperti paham free sex, narkoba, LGBT, dan lainnya.
Baca Juga: Sunan Ampel, Walisongo penyebar Islam di Jawa Timur yang menjunjung tinggi toleransi
"Hal ini terjadi karena mereka kurang menguasai agama dengan baik, sehingga mudah terjebak dalam tiga godaan tersebut. Untuk itu, anak-anak harus diberikan pendidikan agama yang kuat," tandas Ustadz Kasif, yang memberikan kesempatan bagi para anak yatim dari keluarga tidak mampu untuk mengikuti pendidikan di pesantrennya tanpa dipungut biaya.
"Di Pesantren As-Syabab di Desa Kertek, Kabupaten Bogor, kami siap menampung anak yatim laki-laki untuk tingkat SMP hingga SMA secara gratis. Para santri yang lulus dari pesantren kami, dijamin akan memiliki hafalan Quran," paparnya.
Pada kesempatan tersebut, seorang anak yatim bernama Rafi dari Sawah Besar menyatakan kesediaannya untuk masuk ke pesantren tersebut, didukung oleh ibunya. Ustadz Kasif dengan senang hati memeluk siswa kelas 2 SMP tersebut dan menjadikannya sebagai santri di As-Syabab hingga lulus tanpa dipungut biaya.