Kontribusi beras di perkotaan sebesar 18,62 persen dan perdesaan 22,81 persen.
Baca Juga: Sudah tahu belum? Transaksi dengan QRIS kini tidak lagi gratis
Kemudian, komoditi rokok kretek filter, daging ayam ras, dan telur ayam ras memberikan kontribusi yang cukup besar, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Rokok kretek filter memberikan kontribusi sebesar 7,91 persen di perkotaan dan 5,87 persen di perdesaan.
Adapun daging ayam ras berkontribusi sebanyak 5,67 persen di perkotaan dan 4,46 persen di perdesaan.
Selanjutnya, telur ayam ras memberikan sumbangan sebesar 4,30 persen di perkotaan dan 3,88 persen di perdesaan.
Baca Juga: Sandiaga sebut Reog Ponorogo lokomotif UMKM, selangkah lagi jadi bagian jejaring Kota Kreatif UNESCO
Kemudian untuk wilayah perkotaan, komoditas yang menyumbang GK pada posisi berikutnya adalah kue basah 2,89 persen, tempe 2,66 persen, mie instan 2,52 persen, gula pasir 2,24 persen, bawang merah 2,18 persen, dan tahu 1,99 persen.
Adapun di perdesaan, komoditas pada posisi yang sama adalah tempe 3,15 persen, kue basah 2,45 persen, bawang merah 2,38 persen, tahu 2,38 persen, gula pasir 2,19 persen, dan mie instan 2,07 persen.
Untuk komoditi bukan makanan, jenis komoditi perumahan, bensin, dan listrik mempunyai andil terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan.
Sumbangan komoditi tersebut dalam pembentukan GK di perkotaan masing-masing 8,53 persen, 6,36 persen, dan 2,44 persen.
Adapun untuk garis kemiskinan perdesaan di DIY, sumbangan komoditas tersebut masing-masing sebesar 9,28 persen, 5,48 persen, dan 1,51 persen. ***(KKT)