Pasangan Prabowo-Erick unggul dengan 34,8% suara dibandingkan dengan pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil (34%) dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (19,7%).
Sebanyak 11,5% responden tidak memberikan jawaban.
Dalam konteks capres Prabowo, ketika dipasangkan dengan Gibran Rakabuming sebagai cawapres, pasangan ini mendapatkan 33,9% suara, sedangkan pasangan Ganjar-Sandiaga Uno unggul dengan 35,1% suara.
Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Yenni Wahid memperoleh 18,2% suara. Sebanyak 12,8% responden tidak memberikan jawaban.
Kembali meraih kemenangan, nama Erick dipasangkan sebagai cawapres untuk capres Ganjar Pranowo.
Pasangan Ganjar-Erick unggul dengan 34% suara jika berhadapan dengan Prabowo-Muhaimin Iskandar (30,7%) dan Anies Baswedan-Khofifah (21%).
Sebanyak 14,2% responden tidak memberikan jawaban.
Pemilih yang paling banyak mendukung Erick berasal dari mereka yang puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo.
Dari 81,9% responden yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sebanyak 19,8% di antaranya memilih Erick Thohir sebagai cawapres 2024.
Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan sejumlah nama cawapres lainnya seperti Ridwan Kamil (16,5%) atau Sandiaga yang mendapatkan 11,4% suara dari responden yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi.
Jika dilihat berdasarkan basis pemilih pada Pemilu 2019, pemilih Erick Thohir terbanyak berasal dari pemilih Golkar sebesar 25,9%, diikuti oleh pemilih PDIP sebesar 27,5%, Gerindra sebesar 25,7%, dan pemilih Demokrat sebesar 20%.
Survei ini dilakukan pada tanggal 1-8 Juli 2023 dengan melibatkan 1.242 responden.
Populasi sampel adalah warga Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon seluler, yang mencakup sekitar 83% dari total populasi nasional.
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode random digit dialing (RDD), yaitu dengan menghasilkan nomor telepon secara acak.