Baca Juga: Puspoll Indonesia: PPP perlu segera ambil langkah strategis manfaatkan elektabilitas Sandiaga Uno
Selain itu, hujan asam juga dapat menyebabkan perubahan keseimbangan kimia air, seperti peningkatan konsentrasi logam berat yang berbahaya bagi organisme hidup.
Asam sulfat yang terkandung dalam hujan asam juga dapat merusak bangunan, patung, dan monumen bersejarah yang terbuat dari batu atau logam.
Korosi dan erosi pada permukaan bangunan dapat mengurangi keindahan dan keberlanjutan struktur tersebut.
Selain dampaknya terhadap lingkungan, hujan asam juga memiliki konsekuensi yang serius terhadap kesehatan manusia.
Partikel-partikel asam dalam udara dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan manusia.
Baca Juga: Erick Thohir Menegaskan Dukungannya kepada Jokowi dalam Konteks Cawapres 2024
Mereka dapat merangsang reaksi inflamasi pada paru-paru dan bronkus, yang dapat menyebabkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi tenggorokan.
Individu dengan gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis dapat mengalami peningkatan gejala dan eksaserbasi penyakit mereka akibat paparan hujan asam.
Kontak langsung dengan hujan asam dapat menyebabkan iritasi pada kulit manusia.
Asam sulfat dan asam nitrat dalam hujan asam dapat mengiritasi dan merusak lapisan kulit, menyebabkan ruam, gatal-gatal, bahkan dermatitis pada individu yang rentan.
Baca Juga: Cara budidaya tanaman padi agar hasil panen optimal, dari penyiapan lahan hingga pascapanen
Selain itu, hujan asam juga dapat mengurangi keasaman tanah, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kualitas dan ketersediaan air minum yang aman.
Tanaman yang terpapar hujan asam dapat menyerap polutan dan menghasilkan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi manusia.
Kandungan logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium dalam tanah yang tercemar oleh hujan asam dapat diserap oleh tanaman.