Namun, apa pun amal ibadah yang dilakukan pada hari tersebut tetap lebih utama daripada amalan di luar hari tasyrik.
Umat Muslim juga disarankan untuk membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir saat menyembelih hewan kurban.
Baca Juga: Puspoll Indonesia: PPP perlu segera ambil langkah strategis manfaatkan elektabilitas Sandiaga Uno
Selain itu, membaca doa sapu jagad juga menjadi amalan yang banyak dipanjatkan pada hari tasyrik.
Dalam menjalankan amalan pada hari tasyrik, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak bacaan dzikir, tahlil, tahmid, dan takbir.
Hal ini disebutkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani sebagai penutup pembahasan mengenai amalan pada hari tasyrik.
Namun, terdapat beberapa hal yang dilarang atau menjadi pantangan agama pada hari tasyrik.
Pertama, dilarang berpuasa. Umat Islam tidak boleh menjalankan puasa qada maupun puasa sunnah pada hari tasyrik.
Baca Juga: Cara memuaskan pelanggan hingga jadi loyal dan apa pentingnya, simak penjelasannya di sini
Hal ini telah dijelaskan dalam hadis riwayat Al Bukhari dan Muslim yang melarang berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Alasan mengapa umat Islam dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena pada hari tersebut umat Islam masih sibuk dengan aktivitas penyembelihan hewan kurban dan persiapan lainnya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk fokus pada ibadah dan amalan lainnya pada hari tersebut.
Dengan demikian, hari tasyrik merupakan hari yang memiliki keistimewaan dan makna penting bagi umat Muslim.
Selain melakukan amalan ibadah seperti menyembelih hewan kurban, menikmati hidangan makanan, membaca doa, dan memperbanyak bacaan dzikir, umat Muslim juga diingatkan untuk tidak berpuasa pada hari tasyrik. ***(FA)