WartaPesona.com – Air Zamsam selalu menjadi buah tangan khas dari Tanah Suci Mekkah, selain kurma, yang akan selalu dibawa sepulang dari umrah atau ibadah haji.
Buah tangan paling diidamkan dan dinanti-nanti dari Tanah Suci Mekkah selain kurma adalah Air Zamzam.
Air Zamzam tersebut hanya ada di Tanah Suci Mekkah, sehingga selalu menjadi oleh-oleh yang harus ada dan dibawa pulang.
Selain itu, Air Zamzam juga dipercaya membawa berkah tersendiri, dan sering menjadi salah satu media penyembuhan.
Tetapi, dari manakah sebenarnya Air Zamzam itu berasal?
Baca Juga: Ini cara agar tetap bisa semangat setelah mengalami kegagalan, salah satunya ubah mindset
Sejarah Air Zamzam sedikitnya terungkap dari sebuah riwayat yang mendasari adanya ibadah Sa’i.
Ibadah Sa’i adalah sebuah prosesi berjalan kaki antara bukit Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali.
KH Zakky Mubarak, dalam sebuah artikelnya yang dikutip dari laman Kemenag RI menyebut sebagian riwayat mengisahkan Siti Hajar pernah melakukan ibadah tersebut.
Siti Hajar melakukan ibadah Sa’i ketika berusaha mencari air untuk anaknya, Ismail, yang hampir mati karena kehausan.
Hajar dan putranya Ismail yang masih bayi itu ditempatkan oleh Nabi Ibrahim di suatu daerah, yang sekarang di seputar Masjidil Haram, Mekkah.
Setelah menempatkan istri dan anak tunggalnya di daerah itu, Nabi Ibrahim kemudian kembali ke Palestina.
Tempat Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan itu dulu merupakan dataran rendah atau lembah gersang yang dikelilingi bukit-bukit berbatu yang disebut Bakkah.