Jemaah yang memenuhi kriteria disafariwukufkan, sementara jemaah yang tidak memenuhi kriteria dibadalhajikan.
Baca Juga: Mau berwisata ke Arab Saudi harus tahu 4 hal ini, bahasa, etika, dan mata uang yang berlaku
Andi Ardjuna menjelaskan, ada sejumlah kriteria jemaah sakit yang bisa disafariwukufkan.
Pertama, transportable. Artinya, jemaah bisa dibawa dengan sarana transportasi bus menuju Arafah tanpa ada kendala.
Kedua, hemodinamic yang berkenaan dengan tensi dan tekanan darah jemaah yang stabil dalam kondisi memungkinkan untuk disafariwukufkan.
"Dan, ketiga tidak terjadi inspeksi akut," ujarnya.
Jemaah safari wukuf bagi jemaah sakit diberangkatkan dari KKHI Daker Mekkah dengan 15 bus, terdiri dari 6 bus baring dan 9 bus duduk.
Baca Juga: Perayaan Idul Adha: Makna dan Simbolisasi Kurban dalam Agama Islam
Bus duduk rata-rata diisi 25 jemaah, dan bus baring oleh diisi delapan jemaah. Setiap bus ada petugas pendamping, terdiri dari satu dokter, dua perawat, satu petugas membantu menyuapi makan jemaah, serta tim pembimbing ibadah.
Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi Imran, menambahkan jemaah Haji yang sakit diberangkatkan menuju Arafah secara beriringan dari KKHI Mekkah sekitar jam 12.00 WAS.
Menurut Imran, setelah menjalani safari wukuf di Arafah, jemaah akan kembali ke KKHI Daker Mekkah untuk dilakukan asesmen.
Baca Juga: Perayaan Idul Adha: Makna dan Simbolisasi Kurban dalam Agama Islam
“Jika kondisi jemaah ada perburukan, akan ditempatkan di IGD untuk observasi,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PPIH Arab Saudi 2023 juga memberangkatkan jemaah haji lansia dan disabiltas melalui safari wukuf.
Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, mengatakan jemaah lansia dan disabilitas diberangkatkan dengan lima bus kursi duduk dari lima hotel di empat wilayah.