Sejarah Padang Arafah dan mengapa wajib wukuf

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Selasa, 27 Juni 2023 | 11:34 WIB
Ilustrasi: Ibadah wukuf di Padang Arafah menjadi syarat sah seseorang melakukan ibadah haji. (MCH Kemenag RI)
Ilustrasi: Ibadah wukuf di Padang Arafah menjadi syarat sah seseorang melakukan ibadah haji. (MCH Kemenag RI)

WartaPesona.com - Umat Islam di seluruh dunia melakukan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah, yang kali ini bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2023.

Ibadah wukuf di Padang Arafah menjadi wajib bagi jemaah haji sebagai syarat sah berhaji.

Jemaah calon haji yang tidak melakukan wukuf di Padang Arafah dianggap tidak sah berhaji, sehingga harus mengulangi.

Wukuf di Padang Arafah menjadi wajib sebagai syarat sah berhaji, karena ada sejarah penting terkait Nabi Adam dan Hawa, serta peristiwa khutbah wada' Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Inspirasi dari Nahdlatut Tujjar: Arief Rosyid Hasan, Komisaris BSI, Membangkitkan Semangat Kemandirian Ekonomi

Dirangkum dari berbagai sumber, Padang Arafah adalah sebuah kawasan luas di sebelah timur Kota Mekkah, dengan ketinggian 70 meter di atas permukaan laut.

Padang Arafah ini juga juga dikenal sebagai Jabal ar-Rahmah atau Gunung Rahmah, karena dipercaya sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Sejarah Padang Arafah memang belum banyak diketahui pasti. Namun, beberapa peristiwa penting dalam Islam terjadi di padang yang luas ini.

Beberapa peristiwa penting di Padang Arafah yang sudah umum diketahui adah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Baca Juga: Dilema Piala Dunia U-17 2023 dan Konser Musik Coldplay di Stadion GBK, siapa mengalah?

Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu di Padang Arafah, setelah beratus tahun saling mencari di bumi setelah diusir dari Surga.

Tempat pertemuan Nabi Adam dan Hawa ini kemudian ditandai dengan sebuah bukit bernama Jabal Rahmah, yang berarti Gunung Kasih Sayang.

Selain peristiwa bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa, Padang Arafah juga menjadi saksi wahyu terakhir yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW pada 9 Dzulhijjah 10 Hijriyah.

Padang Arafah juga merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah wada’, atau khutbah perpisahan pada haji terakhir beliau pada 9 Dzulhijjah 10 H atau pada tahun 632 Masehi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X