berita

Sejarah Padang Arafah dan mengapa wajib wukuf

Selasa, 27 Juni 2023 | 11:34 WIB
Ilustrasi: Ibadah wukuf di Padang Arafah menjadi syarat sah seseorang melakukan ibadah haji. (MCH Kemenag RI)

Baca Juga: Sinyal Sandiaga cawapres makin kuat, PPP optimis pasangan Ganjar-Sandi bisa menangi Pilpres 2024

Dalam khutbah tersebut, Nabi Muhammad SAW menegaskan tentang persaudaraan, kesetaraan, hak-hak wanita, larangan riba, dan ajaran-ajaran Islam lainnya.

Khutbah tersebut menandai penyempurnaan Islam dan nikmat Allah SWT kepada umat manusia.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah wada’ tersebut di lembah Urana, di atas Unta kesayangannya bernama Al-Qaswa.

Sementara itu, Rabi‘ah ibn Umayyah ibn Ghalaf mengulangi kalimat-kalimat beliau dengan suara lantang agar bisa didengar oleh umat Islam.

Baca Juga: Destinasi ala Bali di Candhari Heaven Prambanan, lereng Gunung Merapi tampak indah dari sini

Khutbah wada’ Nabi Muhammad SAW diikuti oleh lebih dari 100 ribu umat Islam, yang berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wukuf.

Wukuf di Padang Arafah kemudian menjadi rukun dan inti dari pelaksanaan ibadah haji. Mereka yang tidak hadir pada tanggal 9 Dzulhijah dianggap tidak melaksanakan ibadah haji.

Sementara itu di Padang Arafah, umat Islam melakukan wukuf dengan cara menghentikan semua aktivitas.

Berkumpul di Padang Arafah dan berdiam diri untuk memanjatkan doa, memohon pengampunan, sehingg kembali suci dan menjadi haji yang mabrur. ***(KKT)

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB