berita

Keutamaan Puasa Arafah, menghapus dosa, meraih pahala besar

Senin, 26 Juni 2023 | 21:54 WIB
Ilustrasi: Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. (Kemenag RI)

Melalui puasa ini, umat Muslim dapat merasakan kehadiran-Nya, memperkuat ikatan spiritual, dan memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta.

3. Mendapatkan Pahala Besar
Puasa Arafah dihormati sebagai salah satu amalan yang memiliki pahala besar.

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah mengganti dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

4. Meningkatkan Kesadaran Sosial
Puasa Arafah memberikan kesempatan untuk merasakan rasa lapar dan dahaga, sehingga membangkitkan empati dan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung.

Baca Juga: Dilema Piala Dunia U-17 2023 dan Konser Musik Coldplay di Stadion GBK, siapa mengalah?

Ini mendorong umat Muslim untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan berbagi dengan sesama.

Puasa Arafah dilaksanakan dengan mengikuti tata cara puasa pada umumnya.

Puasa dimulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Di pagi hari, disunnahkan untuk makan sahur sebelum terbit fajar.

Selama puasa, umat muslim diharapkan menjauhi segala bentuk makanan, minuman, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti hubungan intim dan makanan yang memasuki saluran pencernaan.

Baca Juga: Wisata sejarah di Kampung Baciro Kota Yogyakarta, mengenang masa lalu zaman kolonial Belanda tahun 1868 Masehi

Selama menjalankan puasa Arafah, disarankan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan ibadah lainnya.

Selain itu, penting juga untuk memperbanyak amalan kebaikan, seperti bersedekah dan berbuat baik kepada sesama.

Setelah matahari terbenam dan puasa Arafah selesai, umat Muslim dapat mengakhiri puasa dengan berbuka.

Sunnah untuk berbuka puasa dengan memakan buah tamar, atau makanan ringan sebelum melaksanakan shalat Maghrib.

Halaman:

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB