berita

Puncak musim kemarau 2023 terjadi bulan Juli-Agustus, waspadai munculnya beragam penyakit berikut ini

Jumat, 23 Juni 2023 | 13:50 WIB
Selain berdampak kesehatan, musim kemarau juga bisa menyebabkan kekeringan. ( @kokot)

WartaPesona.com - Puncak musim kemarau 2023 di Indonesia diprakirakan terjadi pada bulan Juli dan Agustus.

Pada puncak musim kemarau itu, sekitar 83 persen daerah di Indonesia sudah memasuki musim kering.

Sejak April lalu BMKG telah merilis prakiraan musim kemarau 2023 yang akan terjadi tidak bersamaan, dan akan berlangsung lebih lama.

BMKG juga memprakirakan musim kemarau tahun ini akan lebih kering dari musim yang sama pada tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Sirih Merah mampu menyembuhkan penyakit berat jantung koroner, berikut ini caranya

Berbagai dampak buruk bisa terjadi akibat puncak musim kemarau tersebut. Salah satunya, dampak kesehatan.

Dirangkum dari berbagai sumber, musim kemarau panjang bisa menyebabkan penyakit diare, kolera, dan leptospirosis.

Ketiga penyakit itu bisa muncul akibat kekurangan air bersih, sebagai dampak musim kemarau yang berlangsung lama.

Dehidrasi juga bisa dialami sebagai akibat kehilangan cairan tubuh secara berlebihan.

Mata kering akibat kurangnya pelumasan air mata, dan infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan paru-paru.

Baca Juga: Mengolah Lidah Buaya menjadi Minuman Segar dan Berkhasiat

Sementara itu, dampak kemarau panjang terhadap kesehatan kulit juga bisa terjadi. Berikut ini beberapa di antaranya.

Kulit terutama pada bagian wajah bisa menjadi lebih kering, dan mudah iritasi. Selain itu, juga bisa lebih berminyak dan berjerawat, serta menjadi lebih kusam.

Secara umum kulit tubuh bisa menjadi lebih kering, dan penyakit kulit seperti dermatitis kontak dan biang keringat bisa meningkat.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB